<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>:: cogito ergo sum ::</title>
	<atom:link href="http://lilisulastri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lilisulastri.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2009 17:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lilisulastri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>:: cogito ergo sum ::</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lilisulastri.wordpress.com/osd.xml" title=":: cogito ergo sum ::" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lilisulastri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>azas azas manajemen</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-9/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-9/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 17:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[azas azas manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[dasar dasar perencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi]]></category>
		<category><![CDATA[pendekatan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[tipe]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[FUNGSI PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN Lilisulastri lagut pengertian perencanaan Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai.  Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti.  Para manajer mungkin membuat : Rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=514&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>FUNGSI PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN</strong></p>
<p align="center"><em>Lilisulastri lagut</em></p>
<p><strong>pengertian perencanaan</strong></p>
<p><strong>Perencanaan</strong> didefinisikan sebagai <em>suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai</em>.  Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti.  Para manajer mungkin membuat :</p>
<ul>
<li>Rencana untuk stabilitas (<em>plan for stability</em>),</li>
<li> rencana untuk mampu beradaptasi (<em>plan for adaptibility</em>) atau para manajer mungkin juga membuat</li>
<li>rencana untuk situasi yang berbeda (<em>plan for contingency)</em></li>
</ul>
<p><strong>Proses perencanaan</strong>, terdiri dari :</p>
<ul>
<li> Menentukan tujuan perencanaan</li>
<li> Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan</li>
<li> Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang</li>
<li> Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan</li>
<li> Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya</li>
</ul>
<p><strong>Tipe tipe perencanaan yang digunakan para manajer</strong>, meliputi :<br />
(1). <strong><em>Perencanaan Jangka Panjang &amp; Jangka Pendek</em></strong><em> </em><br />
Jangka Pendek : Perencanaan untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang<br />
Menengah : 1 s/d 2 tahun<br />
Panjang : Jangka waktu 5 tahun atau lebih<br />
(2.) <strong><em>Perencanaan strategi dan operasional</em></strong><strong><br />
A. <em>Perencanaan Strategi</em></strong> : Kebutuhan jangka panjang dan menentukan komprehensif yang telah diarahkan. Menentukan tujuan untuk organisasi dan  kegiatan apa yang hendak diambil sumber-sumber apa yang diperlukan untuk mencapainya.<br />
<em>Tahap perencanaan strategi</em>:<br />
1. identifikasi tujuan dan sasaran<br />
2. penilaian kinerja berdasar tujuan dan sasaran yang ditetapkan<br />
3. penentuan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran<br />
4. implementasi perencanaan strategi<br />
5. evaluasi hasil dan perbaikan proses perencanaan strategi</p>
<p><strong>Manajemen Strategi </strong>:  <em>proses pengarahan usaha perencanaan strategi dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga menjamin kesuksesan organisasi dalam jangka panjang</em>.<br />
<strong>Tahap manajemen strategi:</strong><strong><br />
</strong>1. perumusan strategi (strategy formulation)<br />
2. pengimplementasian strategi (strategy implementation)<br />
<strong>Strategi yang digunakan organisasi</strong><br />
Tiga tingkatan strategi yang digunakan organisasi:<br />
1. <em>strategi korporasi (corporate strategy)</em><br />
Tujuan: pengalokasian sumber daya iuntuk perusahaan secara total.<br />
Strategi ini digunakan pada tingkat korporasi.<br />
2. <em>strategi bisnis (business strategy)</em><br />
strategi untuk bisnis satu produk lini.<br />
Strategi ini digunakan pada tingkat divisi.<br />
3. <em>strategi fungsional (functional strategy)</em><br />
mengarah ke bidang fungsional khusus untuk beroperasi.<br />
Strategi ini digunakan pada tingkat fungsional seperti penelitian dan pengembangan, sumber daya, manufaktur, pemasaran, dll.</p>
<p><strong>B. <em>Perencanaan operasional</em></strong>: <em>kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut</em>. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.<br />
<strong>Perencanaan operasional yang khas</strong> :<br />
1. <em>Perencanaan produksi (Production Plans)</em> : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan<br />
2<em>. Perencanaan keuangan (Financial Plans)</em> : Perencanaan yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas operasional<br />
3. <em>Perencanaan Fasilitas ( Facilites Plans</em>) : Perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas &amp; layaout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas.<br />
4. <em>Perencanaan pemasaran (Marketing Plans</em>) : Berhubungan dengan keperluan penjualan dan distribusi barang /jasa.<br />
perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan.</p>
<p>(<strong><em>3). Perencanaan tetap (standing plans)</em></strong> : digunakan untuk kegiatan yang terjadi berulang kali (terus menerus)  yang tertuang dalam  Kebijaksanaan Organisasional , Prosedur dan Peraturan.<br />
Perencanaan tetap yang mengkomunikasikan pengarahan yang luas untuk membuat berbagai keputusan dan melaksanakan tindakan.  Misalnya : Penyewaan karyawan, Pemberhentian sementara, Prosedur dan aturan<br />
Perencanaan tetap yang menggambarkan tindakan yang diambil pada situasi tertentu sering disebut : <em>Standard Operating Prosedurs</em> (SOPs)</p>
<p>(<strong><em>4). Perencanaan sekali pakai (single-use plans)</em></strong> : digunakan hanya sekali untuk situasi yang unik</p>
<p><strong><br />
</strong><strong>KEUNTUNGAN PERENCANAAN</strong> :<br />
<strong><em>a. Fokus dan fleksiblitas</em></strong><br />
FOKUS : Mengetahui apa yang terbaik , mengetahui apa yang dibutuhkan dan bagaimana melayani pelanggan<br />
FLEKSIBILITAS: Beroperasi dan punya pandangan kedepan<br />
Perencanaan membantu Manajer karena:<br />
2.. <em>Perencanaan berorientasi pada hasil</em>- Menciptakan pengertian arah orientasi kinerja<br />
4. <em>Perencanaan Orientasi pada prioritas</em> -Memastikan hal yang paling penting dan mendapatkan perhatian utama<br />
5. <em>Perencanaan orientasi pada keuntungan</em> -Membantu sumber -sumber untuk mendayagunakan kekuatan terbaik<br />
6. <em>Perencanaan orientasi pada perubahan</em> -membantu mengantisipasi masalah dan kesempatan sehingga dapat dicapai kesesuaian yang terbaik<strong><br />
</strong><strong><em>b. Perencanaan mengembangkan koordinasi</em></strong><br />
Tujuan-tujuan dari masing-masing subsistem ditata sehingga saling mendukung satu sama lain. Tingkatan tujuan yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkatan tujuan yang lebih rendah.<br />
<strong><em>c. Perencanaan mengembangkan pengendalian</em></strong><br />
Pengendalian meliputi Pengukuran dan evaluasi<br />
Perencanaan membantu kemungkinan tersebut dalam menentukan tujuan, keinginan hasil kinerja dan menentukan tindakan khusus.</p>
<p><strong>PENDEKATAN-PENDEKATAN PERENCANAAN:</strong><br />
<strong><em>1. Perencanaan inside-out dan perencanaan outside-in :</em></strong><br />
a. <em>Perencanaan inside-out:</em> terfokus pada yang sudah dilakukan dan mengusahakan untuk melakukan yang tebaik yang dapat dilakukan. Ini meningkatkan efektivitas organisasi.<br />
b. <em>Perencanaan outside-in</em>: dari analisa lingkungan eksternal muncul perencanaan untuk mengeksploitasi kesempatan-kesempatan dan meminimisasi permasalahan yang terjadi. Kedua perencanaan ini dapat dikombinasikan agar optimal.<strong><br />
</strong><strong><em>2. Perencanaan top-down dan perencanaan bottom-up</em></strong>:<br />
a. <em>Perencanaan dari atas ke bawah (top-down):</em> manajer dibawah manajer puncak membuat perencanaan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan manajer puncak.<br />
b. <em>Perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up)</em> : dikembangkan pada tingkatan yang lebih bawah tanpa adanya batasan yang secara teratur melewati hirarki tersebut ke tingkat manajer puncak. Kelebihan: kuatnya komitmen dan kepemilikan dalam perencanaan yang lebih rendah. Kelemahan: bila terlalu ekstrim mungkin akan gagal untuk menghasilkan seluruh tugas yang terintegrasi dalam organisasi secara keseluruhan.<strong> </strong></p>
<p><strong><em>3. Perencanaan contingency</em></strong> :  perencanaan yang terfokus pada pemikiran ke depan. Perencanaan ini meliputi penentuan alternatif-alternatif tindakan yang dapat diimplementasikan seandainya perencanaan orisinil tidak sesuai karena adanya perubahan keadaan. Kunci: prediksi perubahan yang akan datang yang dapat berakibat pada perencanaan yang sedang dijalankan.</p>
<p><strong>DASAR-DASAR PERENCANAAN YANG BAIK</strong> :<br />
1<strong>. forecasting</strong> : <em>proses pembuatan asumsi-asumsi tentang apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.</em> Forecasting meliputi : a) <em>forecasting kualitatif</em>: prediksi masa depannya menggunakan pendapat para  ahli. B). <em>forecasting kuantitatif</em>: prediksi masa depannya menggunakan analisa data secara matematis dan statistis (analisa time series, model ekonometri, survey statistik)<br />
2. <strong>Penggunaan skenario</strong> : meliputi penentuan beberapa alternatif skenario masa yang akan dtaang atau keadaan peristiwa yang mungkin terjadi. Pengidentifikasian kemungkinan skenario yang berbeda waktunya akan membantu organisasi beroperasi lebih fleksibel dalam lingkungan yang dinamis.<br />
3. <strong>benchmarking</strong> : perbandingan eksternal untuk mengevaluasi secara lebih baik suatu arus kinerja dan menentukan kemungkinan tindakan yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Tujuan nya : untuk mengetahui apakah orang-orang dan organisasi bekerja dengan baik dan merencanakan bagaimana menggabungkan ide-ide tersebut dalam pengoperasiannya.<br />
4<strong>. partisipasi dan keterlibatan</strong> (perencanaan partisipatif yang aktif) : perencanaan di mana semua orang yang mungkin akan memperngaruhi hasil dari perencanaan dan atau akan membantu mengimplementasikan perencanaan-perencanaan tersebut.<br />
5<strong>. penggunaan staf perencana</strong> ( fungsi staf perencana) : bertanggung jawab dalam mengarahkan dan mengkoordinasi sistem perencanaan untuk organisasi secara keseluruhan atau untuk salah satu komponen perencanaan yang utama.<strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=514&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>azas azas manajemen</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-8/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-8/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 17:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[azas azas manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[controlling]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi]]></category>
		<category><![CDATA[jenis pengendalian]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[proses pengendalian]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan pengendalian.]]></category>
		<category><![CDATA[unsur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[FUNGSI PENGENDALIAN DALAM MANAJEMEN Lilisulastri lagut Pengertian pengendalian Pengendalian /Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut.Controlling is the process of measuring performance and taking action to ensure desired results. (Schermerhorn,2002) Pengendalian/Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=510&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> FUNGSI PENGENDALIAN DALAM MANAJEMEN</strong></p>
<p align="center"><em>Lilisulastri lagut</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengertian pengendalian </strong></p>
<ul>
<li><strong>Pengendalian /Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut.<em>Controlling is the process of measuring performance and taking action to ensure desired results</em>. (Schermerhorn,2002)</strong></li>
<li><strong>Pengendalian/Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan . <em>the process of ensuring that actual activities conform the planned activities</em>.</strong> (<strong>Stoner,Freeman,&amp;Gilbert,1995)</strong></li>
</ul>
<p>Alasan  melakukan pengendalian/ pengawasan adalah :</p>
<p>1. Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan.</p>
<p>2. Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana.</p>
<p>3. Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan.</p>
<p>4. Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan.</p>
<p><strong>Aspek Perencanaan</strong></p>
<p>Dipakai sebagai suatu standar atau tolok ukur. Perencanaan yang masih bersifat umum harus dijabarkan dalam standar-standar yang dapat diukur, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.</p>
<p><strong> Aspek Pelaksanaan</strong></p>
<p>Dijadikan sebagai obyek yang dinilai, dianalisa dan dievaluasi kemudian dibandingkan dengan standar kegiatan. Jika ada perbedaan, maka kegiatan harus dievaluasi sampai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, akan tetapi jika tidak ada perbedaan maka kegiatan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.</p>
<p><strong> Tujuan dan Mekanisme Pengendalian/Pengawasan</strong></p>
<p>Tujuan utama dari pengawasan adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau  setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan  dapat tercapai dengan baik.</p>
<p>Mekanisme  pengendalian/pengawasan secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut :</p>
<p>1. Penetapan standar kegiatan</p>
<p>2. Menyusun umpan balik (feedback)</p>
<p>3. Pembandingan kegiatan dengan standar</p>
<p>4. Mengukur penyimpangan</p>
<p>5. Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan</p>
<p><strong> Jenis Pengendalian</strong></p>
<p>Pengendalian dapat dibedakan berdasar beberapa aspek, yaitu :</p>
<p>1. Aspek waktu</p>
<p>2. aspek obyek</p>
<p>3. Aspek subyek</p>
<p>Sehingga jika dilihat dari aspek tersebut diatas, pengendalian dapat dibedakan menjadi :</p>
<p>a. Atas dasar aspek waktu :</p>
<p>&#8211; Pengendalian preventif ; pengendalian yang dilakukan pada saat proses pekerjaan sedang berjalan.</p>
<p>&#8211; Pengendalian Represif ; pengendalian yang dilakukan setelah pekerjaan selesai.</p>
<p>b. Atas dasar aspek obyek :</p>
<p>&#8211; Pengendalian Administratif ; yang dilakukan dibidang administrasi</p>
<p>&#8211; Pengendalian Operatif ; dilakukan dibidang opersional</p>
<p>c. Atas dasar aspek subyek :</p>
<p>&#8211; Pengendalian Intern ; pengendalian yang ditujuan pada pelaku fungsi-fungsi manajemen</p>
<p>&#8211; Pengendalian ekstern ; ditujukan pada pelaku diluar fungsi-fungsi manajemen</p>
<p><strong>Langkah &#8211; Langkah Pengendalian</strong></p>
<p>Secara umum, pengendalian dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :</p>
<p>1. Penetapan standar dan metode pengukuran kinerja</p>
<p>2. Mengukur kegiatan</p>
<p>3. Membandingkan hasil pengendalian dengan hasil kegiatan</p>
<p>4. Melakukan tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi</p>
<p><strong>Unsur  Pengendalian</strong>:</p>
<ul>
<li>1.  Detektor atau sensor</li>
<li>2.  Assesor atau penilai</li>
<li>3.  Efektor atau pengubah</li>
<li>4.  Jaringan Komunikasi</li>
</ul>
<p><strong>Proses pengendalian manajemen :</strong></p>
<ul>
<li>adalah kegiatan yang digunakan  oleh seluruh manajemen untuk menjamin bahwa anggota organisasi bawahan yang disupervisi  akan mengimplementasikan strategi yang ditetapkan</li>
<li>Tiga aktivitas yang memerlukan perencanaan dan pengendalian:</li>
</ul>
<p>–        <em>Strategy Formulation</em></p>
<p>–        <em>Management Control</em></p>
<p>–        <em>Task Control</em><em> </em></p>
<ul>
<li> Pengendalian manajemen :Adalah suatu proses yang digunakan untuk mempengaruhi para anggota organisasi agar menerapkan strategi organisasi. Pengendalian manajemen merupakan:</li>
</ul>
<p>–        Aktivitas Pengendalian Manajemen</p>
<p>–        Keselarasan Tujuan</p>
<p>–        Salah satu alat implementasi Strategi, selain struktur organisasi, manajemen SDM, Budaya</p>
<p>–        Menekankan aspek Keuangan dan Nonkeuangan</p>
<p>–        Membantu Mengembangkan Strategi Baru</p>
<p>Aktivitas pengendalian manajemen terdiri dari:</p>
<ul>
<li>1.  Perencanaan</li>
<li>2.  Koordinasi</li>
<li>3.  Komunikasi</li>
<li>4.  Evaluasi</li>
<li>5.  Pengambilan Keputusan</li>
<li>6.  Mempengaruhi orang untuk mengubah perilakunya</li>
</ul>
<p><strong>Tujuan fungsi pengendalian</strong> :</p>
<ul>
<li>adaptasi lingkungan</li>
<li>meminimalkan kegagalan</li>
<li>meminimumkan biaya</li>
<li>mengantisipasi kompleksitas dari organisasi</li>
</ul>
<p><strong>beberapa gejala yang memerlukan pengawasan:</strong></p>
<ul>
<li>Terjadi penurunan pendapatan atau profit, namun tidak begitu jelas faktor penyebabnya</li>
<li>Penurunan kualitas pelayanan (teridentifikasi dari adanya keluhan pelanggan)</li>
<li>Ketidakpuasan pegawai (teridentifikasi dari adanya keluhan pegawai, produktifitas kerja yang menurun, dan lain sebagainya)</li>
<li>Berkurangnya kas perusahaan</li>
<li>Banyaknya pegawai atau pekerja yang menganggur</li>
<li>Tidak terorganisasinya setiap pekerjaan dengan baik</li>
<li>Biaya yang melebihi anggaran</li>
<li>Adanya penghamburan dan inefisiensi</li>
</ul>
<p><strong>Beberapa pengendalian /pengawasan di bidang msdm:</strong></p>
<ul>
<li>Penerapan <em>Employee Discipline System</em></li>
<li>Adanya <em>Career Path</em></li>
<li>Pemahaman Manajer atas Motivasi, Kepuasan, serta Gaya Kepemimpinan yang diterapkan</li>
</ul>
<p><strong>Beberapa pengendalian/ pengawasan dalam bidang informasi :</strong></p>
<ul>
<li>Penggunaan Teknologi Komputer dan Teknologi Informasi</li>
<li>Penerapan Sistem Informasi Manajemen</li>
</ul>
<p><strong>Beberapa pengendalian/ pengawasan dalam bidang keuangan :</strong></p>
<ul>
<li>Analisis Laporan Keuangan <em>(Financial Statement Analysis)</em></li>
<li>Manajemen Kas <em>(Cash Management)</em></li>
<li>Pengelolaan Biaya <em>(Cost Control)</em></li>
</ul>
<p><strong>Beberapa pengendalian/ pengawasan dalam bidang produksi :</strong></p>
<ul>
<li><em>Evaluasi atas Plant Location</em></li>
<li><em>Evaluasi atas Plant Lay-out</em></li>
<li><em>Evaluasi atas Production Process and Schedule</em></li>
<li><em>Evaluasi atas Product Distribution</em></li>
</ul>
<p>SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN (SPM)<br />
Konsep ini dikembangkan terakhir oleh American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) yaitu suatu organisasi profesional dalam bidang akuntansi publik yang keanggotaannya hanya bagi akuntan publik terdaftar (certified public accountants) melalui Statement of Auditing Standard (SAS) No. 55.</p>
<p>Dalam konsep ini, AICPA memperkenalkan 3 (tiga) komponen pengendalian manajemen, yaitu :<br />
1)Lingkungan Pengendalian,<br />
2)Sistem Akuntansi, dan<br />
3)Prosedur Pengendalian.<br />
<strong><br />
1) Lingkungan Pengendalian</strong><br />
Lingkungan pengendalian suatu organisasi mencerminkan keseluruhan sikap, kesadaran, dan tindakan para anggota dewan pengawas, manajemen, dan pemilik organisasi, sehubungan dengan pentingnya pengendalian dan penekannya pada organisasi. Secara umum, lingkungan pengendalian ini menyediakan pola bagi terciptanya pengendalian dalam sistem operasi dan pencatatan dalam organisasi.<br />
<strong><br />
2) Sistem Akuntansi</strong><br />
Sistem akuntansi yang efektif disusun dari metode-metode dan catatan- catatan untuk :<br />
a). Mengidentifikasi dan mencatat transaksi yang sudah diotorisasi.<br />
b). Menjelaskan transaksi tersebut pada saat yang tepat, menjadi rincian yang cukup c). untuk mengklasifikasikannya secara tepat untuk tujuan pelaporan keuangan.<br />
d). Mengukur nilai transaksi sehingga nilai keuangannya dapat dicatat dalam laporan keuangan.<br />
e). Menyajikan transaksi- transaski tersebut dalam laporan keuangan lengkap dengan pengungkapan yang diperlukan.</p>
<p><strong>3) Prosedur Pengendalian</strong><br />
Prosedur pengendalian memuat unsur-unsur :<br />
Organisasi yang tepat atas transaksi dan kegiatan.<br />
Pemisahan fungsi, sehingga peluang seseorang untuk berbuat salah dan menyembunyikan kesalahan atau kecurangan dalam organisasi normal menjadi minimum, misalnya pemisahan fungsi yang membedakan tanggung jawab untuk mengotorisasi, mencatat, dan menyimpan pada orang-orang yang berbeda.<br />
Dokumen dan catatan dirancang dan digunakan secukupnya untuk menjamin pencatatan kejadian dan transaksi secara tepat, misalnya pemantauan Nomor Urut Formulir dan pengamanan yang cukup terhadap Asset serta catatan itu sendiri.<br />
Review yang bebas, termasuk pengawasan atas pelaksanaan kegiatan dan atas penilaian terhadap jumlah-jumlah yang tercatat, seperti misalnya pengecekan ketelitian penulisan, rekonsiliasi dan pencocokan fisik dengan catatan</p>
<p>Sistem Pengendalian Manajemen dalam arti Dinamis<br />
Konsep ini dikembangkan oleh Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) yaitu suatu komisi yang bertujuan merumuskan Pengendalian Intern secara lebih mendalam dan beranggotakan wakil-wakil dari Financial Executives Institute, AICPA, American Accounting Associations, The Institute of Internal Auditors, dan Institute of Management Accountants.</p>
<p>COSO merumuskan 5 (lima) komponen pengendalian intern, yaitu :</p>
<p>a) Lingkungan Pengendalian (Control Environment)<br />
Faktor lingkungan pengendalian termasuk integritas, etika, kompetensi, pandangan, dan filosopi manajemen dan cara manajemen membagi tugas dan wewenang/tanggung jawab serta arahan dan perhatian yang diberikan pimpinan puncak.</p>
<p>b) Penaksiran Risiko (Risk Assessment)<br />
Setiap entitas dalam melaksanakan aktivitas menghadapi berbagai risiko, baik internal maupun eksternal yang harus diperhitungkan terkait dalam mencapai tujuan sehingga membentuk suatu basis penetapan bagaimana risiko tersebut seharusnya dikelola. Penaksiran risiko mensyaratkan adanya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.</p>
<p>c) Aktivitas Pengendalian (Control Activities)<br />
Meliputi kebijakan dan prosedur yang menunjang arahan dari manajemen untuk diikuti. Kebijakan dan prosedur tersebut memungkinkan diambilnya tindakan dengan mempertimbangkan risiko yang terdapat pada seluruh jenjang dan fungsi dalam organisasi. Di dalamnya termasuk berbagai jenis otorisasi dan verifikasi, rekonsiliasi, evaluasi kinerja, dan pengamanan harta serta pemisahan tugas.</p>
<p>d) Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)<br />
Informasi yang relevan perlu diidentifikasi, dicatat, dan dikomunikasikan dalam bentuk dan waktu yang tepat sehingga memungkinkan pelaksanaan tanggung jawab yang baik oleh anggota organisasi. Sistem Informasi menghasilkan laporan tentang kegiatan operasional dan keuangan serta ketaatan terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka melaksanakan dan mengendalikan pelaksanaan tugas.</p>
<p>e) Pemantauan (Monitoring)<br />
Pemantauan adalah suatu proses yang mengevaluasi kualitas kinerja Sistem Pengendalian Manajemen pada saat kegiatan berlangsung. Proses ini diselenggarakan melalui aktivitas pemantauan yang berkesinambungan dan melalui review intern atau melalui kedua-duanya.</p>
<p>Pengendalian Manajemen menurut Konsep Government Accounting Office (GAO) atau Lembaga Pengawas Tertinggi di Amerika Serikat<br />
Menurut Government Accounting Office (GAO) yang didukung oleh pendapat Sawyeer Lawrence B. dalam bukunya Internal Auditing Edisi 4 Tahun 1996 telah menetapkan bahwa Pengendalian Manajemen dapat dilakukan melalui 8 (delapan) sarana, yaitu :<br />
1) Pengorganisasian.<br />
2) Kebijaksanaan.<br />
3) Prosedur dan Tata Kerja.<br />
4) Personil.<br />
5) Perencanaan.<br />
6) Akuntansi dan Pencatatan.<br />
7) Pelaporan.<br />
 <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Petunjuk Pelaksanaan dan Teknis.<br />
9) Review Internal.</p>
<p>Kegiatan Pengawasan oleh Atasan Langsung terhadap Bawahan<br />
Kegiatan tersebut menetapkan 6 (enam) sarana pelaksanaan pengawasan oleh atasan langsung, yaitu :<br />
a). Penciptaan struktur organisasi.<br />
b). Penyusunan kebijaksanaan pelaksanaan.<br />
c). Penyusunan rencana kerja.<br />
d). Penyelenggaraan pencatatan dan pelaporan.<br />
e). Pembinaan personil.<br />
f). Prosedur kerja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/510/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=510&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>azas azas manajemen</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-7/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-7/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 16:21:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[azas azas manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[demokratis]]></category>
		<category><![CDATA[militeristis]]></category>
		<category><![CDATA[paternalistik]]></category>
		<category><![CDATA[teori kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[tipe tipe kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[FUNGSI KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN lilisulastri lagut Pengertian kepemimpinan Terdapat beberapa definisi kepemimpinan, antara lain : Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24). Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=505&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>FUNGSI KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN</strong></p>
<p align="center"><em>lilisulastri lagut</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengertian kepemimpinan</strong></p>
<p>Terdapat beberapa definisi kepemimpinan, antara lain :</p>
<ul>
<li><strong>Kepemimpinan</strong> adalah pengaruh antar      pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi      untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and      Nassarik, 1961, 24).</li>
<li><strong>Kepemimpinan</strong> adalah sikap pribadi,      yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.      (Shared Goal, Hemhiel &amp; Coons, 1957, 7).</li>
<li><strong>Kepemimpinan</strong> adalah suatu proses      yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan      bersama (Rauch &amp; Behling, 1984, 46).</li>
<li><strong>Kepemimpinan</strong> adalah suatu proses      yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan      dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs &amp; Jacques,      1990, 281).</li>
</ul>
<p><strong>Prinsip kepemimpinan</strong></p>
<p>Prinsip-prinsip kepemimpinan meliputi : 1). Mahir dalam soal-soal teknis dan taktis. 2). Mengetahui diri-sendiri, mencari dan selalu berusaha memperbaiki diri. 3). Memiliki keyakinan bahwa tugas-tugas dimengerti, diawasi dan dijalani. 4). Mengenal anggota-anggota bawahan serta memelihara kesejahteraannya. 5). Memberi teladan dan contoh yang baik. 6). Menumbuhkan rasa tanggung jawab di kalangan anggota. 7). Melatih anggota bawahan sebagai satu tim yang kompak. 8). Buat keputusan-keputusan yang sehat, tepat pada waktunya. 9). Memberi tugas dan pekerjaan kepada bawahan sesuai dengan kemampuannya. 10). Bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan.<strong> </strong></p>
<p>Keberhasilan atau kegagalan dari hasil kepemimpinan seseorang dapat diukur atau ditandai oleh empat hal, yaitu <em>: moril, disiplin, jiwa korsa (esprit de corps), dan kecakapan.</em></p>
<p>1. <em>Moril </em>: moril adalah keadaan jiwa dan emosi seseorang yang mempengaruhi kemauan untuk melaksanakan tugas dan akan mempengaruhi hasil pelaksanaan tugas perorangan maupun organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi moril adalah : 1). kepemimpinan atasan. 2). kepercayaan dan keyakinan akan kebenaran. 3). penghargaan atas penyelesaian tugas. 4). solidaritas dan kebanggaan organisasi. 5). pendidikan dan latihan. 6). kesejahteraan dan rekreasi. 7). kesempatan untuk mengembangkan bakat. 8). struktur organisasi. 9). pengaruh dari luar.</p>
<p>2. <em>Disiplin </em>: disiplin adalah ketaatan tanpa ragu-ragu dan tulus ikhlas terhadap perintah atau petunjuk atasan serta peraturan yang berlaku. Disiplin yang terbaik adalah disiplin yang didasarkan oleh disiplin pribadi. Cara-cara untuk memelihara dan meningkat disiplin : 1). Menetapkan peraturan kedinasan secara jelas dan tegas. 2). Menentukan tingkat dan ukuran kemampuan. 3). Bersikap loyal. 4). Menciptakan kegiatan atas dasar persaingan yang sehat. 5). Menyelenggarakan komunikasi secara terbuka. 6). Menghilangkan hal-hal yang dapat membuat bawahan tersinggung, kecewa dan frustasi. 7). Menganalisa peraturan dan kebijaksanaan yang berlaku agar tetap mutakhir dan menghapus yang sudah tidak sesuai lagi. 8). Melaksanakan reward and punishment.</p>
<p>3. <em>Jiwa korsa</em> : jiwa korsa adalah loyalitas, kebanggan dan antusiasme yang tertanam pada anggota termasuk pimpinannya terhadap organisasinya. Dalam suatu organisasi yang mempunyai jiwa korsa yang tinggi, rasa ketidakpuasan bawahan dapat dipadamkan oleh semangat organisasi. Ciri jiwa korsa yang baik adalah : 1). Antusiasme dan rasa kebanggan segenap anggota terhadap organisasinya. 2). Reputasi yang baik terhadap organisasi lain. 3). Semangat persaingan secara sehat dan bermutu. 4). Adanya kemauan anggota untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan. 5). Kesediaan anggota untuk saling menolong.</p>
<p>4. <em>Kecakapan </em>: kecakapan adalah kepandaian melaksanakan tugas dengan hasil yang baik dalam waktu yang singkat dengan menggunakan tenaga dan sarana yang seefisien mungkin serta berlangsung dengan tertib. Pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki pimpinan dapat diperoleh dari pendidikan, pelatihan, inisiatif dan pengembangan pribadi serta pengalaman tugas.</p>
<p><strong>Teori Kepemimpinan dan Tipe-tipe Kepemimpinan </strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Teori kepemimpinan</strong></p>
<p>Beberapa teori telah dikemukakan para ahli majemen mengenai timbulnya seorang pemimpin. Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya.</p>
<p>Di antara berbagai teori mengenai lahirnya paling pemimpin ada tiga di antaranya yang paling menonjol yaitu sebagai berikut :</p>
<p>Kepemimpinan Dalam Organisasi</p>
<p><strong>1. Teori Genetie </strong></p>
<p>Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan &#8220;leaders are born and not made&#8221;. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akn menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.</p>
<p><strong>2. Teori Sosial </strong></p>
<p>Jika teori genetis mengatakan bahwa &#8220;leaders are born and not made&#8221;, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :</p>
<p>&#8220;Leaders are made and not born&#8221;.</p>
<p>Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.</p>
<p><strong>3. Teori Ekologis </strong></p>
<p>Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.</p>
<p>Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan.Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.</p>
<p><strong>Tipe-tipe Kepemimpinan</strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>1. Tipe Otokratik</em></strong>, pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai</p>
<p>karakteristik yang negatif. Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :</p>
<p>(a). kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka. (b). pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya (c). Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:</p>
<p>a. menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya</p>
<p>b. dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya</p>
<p>c. bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi</p>
<p>d. menggunakan pendekatan punitif dalam hal terhadinya penyimpangan</p>
<p>oleh bawahan.</p>
<p><strong><em>2. Tipe Paternalistik , </em></strong>tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang<strong><em> </em></strong>bersifat tradisional, umumnya  pada masyarakat agraris. Salah satu ciri utama<strong><em> </em></strong> masyarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tokoh-tokoh adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>3. Tipe Kharismatik ,</em></strong>tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas<strong><em> </em></strong>yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh<strong><em> </em></strong>pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang<strong><em> </em></strong>pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak<strong><em> </em></strong>pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan<strong><em> </em></strong>secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.<strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>4. Tipe Laissez Faire, </strong>pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar<strong> </strong>dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang<strong> </strong></p>
<p>yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.</p>
<p>Karakteristik dan gaya kepemimpinan tipe ini adalah :</p>
<p>a. pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif</p>
<p>b. pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang</p>
<p>lebih rendah dan kepada petugas operasional, kecuali dalam hal-hal</p>
<p>tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya langsung.</p>
<p>c. Status quo organisasional tidak terganggu</p>
<p>d. Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindah yang</p>
<p>inovatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan</p>
<p>sendiri.</p>
<p>e. Sepanjang dan selama para anggota organisasi menunjukkan perilaku dan</p>
<p>prestasi kerja yang memadai, intervensi pimpinan dalam organisasi</p>
<p>berada pada tingkat yang minimum.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>5. Tipe Demokratik,</strong> pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya sebagai : <strong> </strong></p>
<p>a. koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi</p>
<p>b. Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian</p>
<p>rupa sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan</p>
<p>kegiatan yang tidak bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya</p>
<p>tujuan.</p>
<p>c. Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan</p>
<p>tingkatnya.</p>
<p>d. Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan</p>
<p>menjunjung harkat dan martabat manusia</p>
<p>e. Seorang pemimpin demokratik disegani bukannya ditakuti.</p>
<p><strong>6. Tipe militeristis </strong>: pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis.</p>
<p>Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :</p>
<p>a. Dalam menggerakkan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama.</p>
<p>b. Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan jabatannya.</p>
<p>c. Senang kepada formalitas yang berlebihan</p>
<p>d. Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan</p>
<p>e. Tidak mau menerima kritik dari bawahan</p>
<p>f. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.</p>
<p>Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe pemimpin militeristis jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.</p>
<p><strong>Ciri ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal antara lain :</strong></p>
<p>1).  Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.</p>
<p>2). Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang</p>
<p>3). Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencaridan menemukan hal-hal baru.</p>
<p>4). Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuanberpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.</p>
<p>5). Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.</p>
<p>6). Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai organisasi.</p>
<p>7). Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif, fungsi komunikasi dalamorganisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.</p>
<p>8). Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.</p>
<p>9). Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.</p>
<p>10). Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.</p>
<p>11). Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.</p>
<p>12). Kemampuan Menentukan Prioritas, biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”.</p>
<p>13). Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting</p>
<p>14). Naluri yang Tepat, kekampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.</p>
<p>15). Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, keterikan satu sama lain.</p>
<p>16). Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.</p>
<p>17). Keteladanan,s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.</p>
<p>18). Menjadi Pendengar yang Baik</p>
<p>19). Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.</p>
<p>20). Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.</p>
<p>21). Ketegasan</p>
<p>22). Keberanian</p>
<p>23). Orientasi Masa Depan</p>
<p>24). Sikap yang Antisipatif dan Proaktif</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/505/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=505&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>azas azas manajemen</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-6/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 15:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[azas azas manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[bagan]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[line and staff]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[struktur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[FUNGSI PENGORGANISASIAN DALAM MANAJEMEN lilisulastri lagut Definisi organisasi Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani.  Yang berarti alat, tools, Organisasi didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut : Chester I Barnard (1938) : I define organization as a system of cooperatives of two or more persons) “organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih” Edwin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=502&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>FUNGSI PENGORGANISASIAN DALAM MANAJEMEN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>lilisulastri lagut</em><br />
</strong></p>
<p><strong>Definisi organisasi</strong></p>
<p>Istilah organisasi berasal dari kata <em>organon/</em>bahasa yunani.  Yang berarti alat, <em>tools, </em></p>
<p>Organisasi didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Chester I Barnard (1938) : <em>I define organization as a system of cooperatives      of two or more persons)</em> “organisasi adalah sistem kerjasama antara dua      orang atau lebih”<em> </em></li>
<li>Edwin B Flippo : “ organisasi adalah sistem      hubungan antara sumber daya yang memungkinkan pencapaian sasaran”<em> </em></li>
<li>James D Mooney : <em>organization is the form ofevery human association for the      attainment of common purpose (</em>organisasi adalah setiap bentuk      kerjasama  untuk pencapaian tujuan      bersama)<em> </em></li>
<li>Paul Preston dan Thomas Zimmerer : <em>organization is a collection of people      , arranged into groups working together to achieve some common objectives)      “</em>organisasi adalah sekumpulan orang orang yang disusun dalam kelompok,      yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. “<em> </em></li>
</ol>
<p>Jadi, paling tidak definisi organisasi terdiri dari :</p>
<ol>
<li>orang orang/sekumpulan orang</li>
<li>kerjasama<em> </em></li>
<li>tujuan bersama<em> </em></li>
</ol>
<p><strong>Urgensi</strong></p>
<p>Kepentingan manusia akan organisasi karena keterbatasan kemampuan manusia  dalam memenuhi kebutuhan sehingga menghadapkan manusia pada kebutuhan akan berorganisasi untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompok, dan didorong oleh rasa mahluk sosial <em>homo homini socius</em> yang ada dalam setiap karakteristik diri manusia. Pembentukan organisasi dapat dibentuk secara :</p>
<ol>
<li>spontan</li>
<li>dibentuk atas kerjasama secara formal</li>
</ol>
<p><strong>Azas-azas pokok organisasi </strong></p>
<p>Terdiri dari :</p>
<ol>
<li><em>perumusan tujuan organisasi</em>, syarat syarat meliputi:
<ol>
<li><em>spesific,</em>jelas batas batas tujuan<em> </em></li>
<li><em>realistic,</em> wajar untuk dicapai melalui analisa SWOT<em> </em></li>
<li><em>moderate       risk,</em> ada resiko wajar yang       harus dilalui<em> </em></li>
<li><em>challenging</em>, menantang<em> </em></li>
<li><em>measurable </em>,bahwa tujuan harus dapat       diukur<em> </em></li>
<li><em>time       phased, </em>kurun waktu jelas<em> </em></li>
</ol>
</li>
<li><em>pembagian tugas pekerjaan</em>, didasarkan pada      pembagian tugas yang dilakukan dari tingkat pimpinan atas sampai terendah.      Pembagian tugas didasarkan pada:
<ol>
<li>kesamaan fungsi, co : menggabungkan       tugas  yang saling berhubungan</li>
<li>menurut macam benda yang diproduksi</li>
</ol>
</li>
<li><em>pendelegasian kekuasaan</em>, ada tiga unsur:
<ol>
<li><em>authorithy </em>: wewenang adalah hak dan       kekuatan untuk melakukan perintah perintah menggunakan sumberdaya dalam       pencapaian tujuan</li>
<li><em>responsibility </em>: tanggungjawab adalah       sejumlah hasil yang harus dicapai</li>
<li><em>accountability </em>: pertanggungjawaban adalah       hak dan kekuatan untuk memberikan jawaban atas hasil yang harus dicapai       oleh pemberian delegasi. ada beberapa hambatan dalam pendelegasian kekuasaan : 1) hambatan organisatoris, karena organisasi tidak mendukung. 2) hambatan psikologis, karena ada rasa kuatir pimpinan dalam memberikan pendelegasian</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>4. <em>rentang pengawasan</em>, <em>span of control</em>: adalah jumlah bawahan langsung yang dipimpin      secara efektif oleh sesorang. Ada      4 faktor berkaitan dengan span of      control : a). berhubungan dengan rencana organisasi, semakin       jelas rencana suatu organisasi dan batas batas pertanggungjawaban dalam       organisasi tersebut, maka semakin banyak jumlah orang yang dikendalikan.  b). jalinan hubungan antara orang orang dan       pekerjaan yang harus dikendalikan.  c). kemampuan orang orang dalam organisasi yang       bersangkutan. d). corak pekerjaan.</p>
<p>5. <em>tingkat pengawasan</em></p>
<p>6.<em> kesatuan perintah dan tanggung jawab</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Apa itu struktur organisasi ?</strong></p>
<p>Struktur organisasi adalah menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mengatur mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti.</p>
<p>Struktur organisasi terdiri dari tiga komponen :</p>
<ol>
<li>kompleksitas : mempertimbangkan tingkat      diferensiasi yang ada dalam organisasi, termasuk didalamnya tingkat      spesialisasi atau tingkat pembagian kerja,jumlah tingkatan dalam hierarki      organisasi, serta tingkat sejauh mana unit unit organisasi tersebar secara      geografis</li>
<li>formalisasi : tingkat sejauhmana sebuah      organisasi menyandarkan dirinya kepada peraturan dan prosedur untuk      mengatur prilaku dari para pegawainya</li>
<li>sentralisasi : mempertimbangkan dimana letak      dari pusat pengambilan keputusan       (apakah sentralisasi atau desentralisasi)</li>
</ol>
<p><strong>apa itu desain organisasi ?</strong></p>
<p>desain organisasi menekankan pada sisi manajemen dari teori organisasi dengan mempertimbangkan konstruksi dan mengubah struktur organisasi  untuk mencapai tujuan organisasi.</p>
<p><strong>apa itu teori organisasi?</strong></p>
<p>teori organisasi adalah disiplin ilmu yang mempelajari struktur dan desain organisasi dengan menunjuk pada aspek aspek deskriptif maupun preskriptif dari disiplin ilmu tersebut. Teori ini menjelaskan bagaimana organisais sebenarnya distruktur dan menawarkan  tentang bagaimana organisasi dapat dikontruksi guna meningkatkan kefektifan mereka.</p>
<p><strong>B. Prinsip prinsip dasar organisasi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>a. hakekat organisasi </strong></p>
<p>pada dasarnya organisasi mengandung beberapa elemen penting yang memberikan gambaran tentang hakekat organisasi, yaitu:</p>
<ol>
<li>bahwa organisasi      merupakan suatu kerangka sosial, yaitu kerangka yang menunjukkan  hubungan antara individu dalam      organisasi</li>
<li>bahwa dalam      organisasi terdapat koordinasi yang dirancang untuk mengatur kegiatan      kegiatan orang</li>
<li>bahwa dalam      organisasi terdapat pembagian kerja yang diatur dengan tingkatan otoritas</li>
<li>seluruh kegiatan      ditujukan untuk kegiatan pencapaian tujuan bersama</li>
</ol>
<p><strong>b. azas-azas organisasi</strong></p>
<p>Azas memiliki arti sebagai “ penyebab dasar pikiran daripada terciptanya sesuatu”. Dasar pikiran tersebut adalah:</p>
<ol>
<li>suatu pangkal tolak      pikiran untuk sesuatu kasus</li>
<li>suatu jalan dan      sarana untuk menciptakan sesuatu tata hubungan  atau kondisi yang kita kehendaki</li>
</ol>
<p>ada beberapa jenis <strong>azas azas organisasi</strong> yang dianggap penting dalam menganalisas struktur organisasi:</p>
<ol>
<li><em>azas perumusan tujuan</em> , pentingnya merumuskan tujuan organisasi      adalah untuk:
<ol>
<li>organisasi tanpa       tujuan tidak ada artinya dan hanya penghamburan saja</li>
<li>tujuan dibutuhkan       untuk melakukan koordinasi</li>
<li>organisasi yang       menginginkan persaingan efektif dan tumbuh harus terus menerus       diperbaharui tujuannya</li>
</ol>
</li>
<li><em>azas departementasi</em>, departementasi adalah aktivitas untuk      menyusun satuan satuan organisasi yang akan diserahi bidang kerja tertentu      atau fungsi tertentu. Ada      beberapa jenis departementasi :
<ol>
<li>departementasi       berdasarkan fungsi : yaitu pembentukan satuan satuan organisasi yang       masing masing  diserahi mengurus       sekelompok aktivitas yang tergolong sejenis menurut sifatnya atau       pelaksanaan pekerjaan pekerjaan yang berkaitan</li>
<li>departementasi       berdasarkan wilayah : yaitu pembentukan satuan organisasi  yang masing masing diserahi tugas untuk       mengurus satuan daerah tertentu, seperti perusahaan yang memiliki cabang       cabang diberbagai tempat</li>
<li>departementasi       berdasarkan produksi : yaitu pembentukan satuan satuan organisasi  yang masing masing diserahi aktivitas       menghasilkan jenis barang tertentu.</li>
<li>Departementasie       berdasarkan langganan : yaitu pembentukan satuan organisasi yang masing       masing melakukan kegiatan memberikan pelayanan kepada orang orang atau       badan badan tertentu yang datang secara tetap sebagai langganan</li>
</ol>
</li>
<li><em>azas pembagian kerja :</em> yaitu perincian  serta pengelompokkan  aktivitas aktivitas  yang semacam atau  erat hubungannya  satu sama lain untuk dilakukan oleh      satuan organisasi atau oleh seorang pejabat tertentu. Tujuan dari pembagian      kerja adalah : terdapatnya keseimbangan       antara tugas yang dibebankan,  serta tanggungjawab dan kekuasaan.</li>
<li><em>azas delegasi kekuasaan :</em> adalah penyerahan  sebagian hak untuk mengambil tindakan  yang diperlukan agar tugas dan tanggung      jawabnya dapat dilaksanakan  dengan      baik dan pejabat yang satu kepada pejabat yang lain. Delegasi kekuasaan      terbagi dalam dua kategori :
<ol>
<li>sentralisasi :       pimpinan organisasi merypakan sumber terakhir  pada tingkat tertinggi untuk memberikan       wewenang dan bersifat tunggal.</li>
<li>Desentralisasi :       wewenang dilimpahkan kepada lebih dari satu orang dimana masing masing       orang bekerja  sebagai satu       kesatuan.</li>
</ol>
</li>
<li><em>azas kesatuan komando : </em>bahwa tiap tiap pejabat dalam organisasi hendaknya      hanya dapat diperintah dan bertanggungjawab kepada seorang pejabat atasan      tertentu.</li>
<li><em>azas koordinasi :</em> bahwa adanya keselarasan aktivitas  diantara satuan satuan organisasi  dan keselarasan tugas diantara para      pejabatnya.</li>
<li><em>azas rentang pengwasan /span of control :</em> bahwa seberapa orang  setepat tepatnya harus berada  dibawah kekuasaan pimpinan sehingga sang      pimpinan mampu mengadakan       pengawasan terhadap       pelaksanaan perintah perintahnya.</li>
<li><em>azas jenjang organisasi:</em> adalah tingkat tingkat satuan organisasi yang      didalamnya terdapat pejabat,tugas serta wewenang tertentu menurut      kedudukannya dari atas ke bawah dalam fungsi tertentu.</li>
<li><em>azas flexibilitas:</em> bahwa struktur organisasi harus mudah dirubah      untuk disesuaikan denga perubahan perubahan yang terjadi tanpa mengurangi      aktivitas sedang berjalan</li>
<li><em>azas berkelangsungan:</em> suatu organisasi dibentuk, diharapkan akan      berjalan terus dan tidak berhenti untuk sebuah alasan</li>
<li><em> azas      keseimbangan:</em> penempatan      satuan satuan organisasi  kedalam      struktur harus sesuai dengan peranannya.</li>
</ol>
<p><strong>c. bentuk bentuk organisasi /tipologi organisasi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>terdapat beberapa jenis pengelompokan bentuk bentuk organisais atau tipologi organisasi, yaitu:</p>
<ol>
<li><em>berdasarkan jumlah orang yang memegang      pimpinan :</em></li>
</ol>
<ul>
<li>bentuk tunggal  : bahwa pimpinan organisasi berada di tangan satu orang sebagai sumber tugas dan wewenang, kekuasaan dan tanggungjawab.</li>
<li>Bentuk dewan/komisi : organisasi dipimpin oleh sebuah dewan yang terdiri dari beberapa orang. Semua kekuasaan dan wewenang  serta tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai satu kesatuan juga keputusan dan tindakan yang akan diambil.</li>
<li>bentuk lurus/<em>line organization/</em>organisasi lini : kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan organisasi  dilangsungkan lurus dengan  para pejabat yang memimpin kesatuan kesatuan dalam organisasi tersebut.</li>
<li> Bentuk lini dan staff /<em>line and staff organization :</em> staff adalah anggota organisasi yang bertugas memberi bahan bahan pertimbangan kepada pimpinan dalam pengambilan keputusan  yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi. (staff ahli)</li>
<li>Anggota staff adalah  anggota  yang memiliki hak untuk memberikan  bahan bahan pertimbangan  atau nasehat kepada pimpinan. Anggota staff tidak memiliki bawahan pada jalur lini</li>
<li>Anggota lini adalah anggota  organisasi yang memiliki  hak perintah kepada bawahannya dalam jalur lini</li>
<li>bentuk fungsional /<em>functional organization :</em> kekuasaan dilimpahkan melalui para ahli dalam suatu fungsi, sepanjang fungsi tersebut merupakan bidang keahlian tenaga ahli tersebut.</li>
<li>organisasi formal : adalah setiap bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih yang diatur dan dipolakan secara resmi dalam rangka mencapai tujuan bersama</li>
<li>organisasi informal : kerjasama yang dipengaruhi oleh tumbuh kembangnya hubungan dan aktivitas antara orang  orang dalam organisasi yang tidak diatur  dalam struktur organisasi, didasarkan pada tingkah laku,perasaan, hasrat, dan hubungan pribadi.</li>
<li><em>profit oriented, cooperative group</em></li>
<li><em>non profit oriented, social group</em></li>
<li>organisasi pendidikan</li>
<li>pertanian</li>
<li>kesehatan</li>
<li>perdagangan,politik, dsb</li>
<li>organisasi produksi, organisasi ekonomi</li>
<li>organisasi orientasi tujuan politik</li>
<li>organisasi bersifat integratif</li>
<li>organisasi pemelihara</li>
<li><em>mutual benefit organization </em> : organisasi yang kemanfaatannya di nikmati bersama oleh para anggota</li>
<li><em>service organization </em> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' /> rganisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan/clients</li>
<li><em>bussiness organization </em></li>
</ul>
<ol>
<li><em>berdasarkan lalulintas kekuasaan :</em></li>
</ol>
<ol>
<li><em>berdasarkan sifat hubungan personal :</em></li>
</ol>
<ol>
<li><em>berdasarkan tujuan :</em></li>
</ol>
<ol>
<li><em>berdasarkan sektor sosial kehidupan masyarakat      :</em></li>
</ol>
<ol>
<li><em>berdasarkan fungsi atau tujuan yang dilayani :</em></li>
</ol>
<ol>
<li><em>berdasarkan kepatuhan/compliance : perilaku      bawahan dalam memberikan tanggapan terhadap sistem otoritas yang ada dalam      organisasi.</em></li>
<li><em>berdasarkan pihak yang memakai manfaat/mutual      benefit:</em></li>
</ol>
<p>beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing masing bentuk/tipologi organisasi:</p>
<ol>
<li>bentuk tunggal :
<ul>
<li><em>kelebihan: </em> segala bentuk urusan       dapat diputuskan dengan cepat tanpa perlu berunding dengan pihak lain.</li>
<li><em>Kekurangan :</em> jika pemimpin tersebut tidak pandai,kurang       tangkas maka tidak akan memiliki daya juang</li>
</ul>
</li>
<li>bentuk dewan :</li>
</ol>
<ul>
<li><em>kelebihan :</em> a) tugas yang banyak lebih mungkin mendapat penyelesaian dengan adanya pembagian kerja , b) keputusan yang dibuat  oleh beberapa orang diharapkan dapat lebih obyektif, c) timbul rasa saling menghargai pendapat anggota yang lain.</li>
<li><em>Kekurangan :</em> a) keputusan yang diambil bersifat lambatkarena harus dirundingkan terlebih dahulu, b) tindakan sering kurang tegas, c) letak tanggung jawab kurang jelas, dan seseorang dapat berlindung dibalik keputusan bersama padahal menjadi tanggung jawab pribadi.</li>
<li><em>kelebihan : </em>a) kesatuan perintah dan kesatuan pimpinan terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada dalam satu tangan, sehingga menjamin disiplin kerja yang kuat, b) garis pimpinan berjalan secara tegas,tidak terjadi kesimpangsiuran, karena pimpinan langsung berhubungan dnegan karyawan, c) proses pengubahan keputusan berjalan dengan cepat, karena jumlah yang diajak berkonsultasi relatif lebih sedikit, dari sudut biaya pun lebih rendah, karena  tugas pengawasan hanya dilakukan oleh seorang atasan saja. d) dapat cepat terpantau bila  ada karyawan yang malas atau bodoh, e) rasa solidaritas karyawan tinggi karena saling mengenal.</li>
<li><em>Kekurangan :</em> a) tingkat koordinasi sukar dilakukan karena  antara tingkat pegawai yang sama  hanya bertanggung jawab pada superiornya saja, b) overall planning sulit, karena  masing masing  kepala bagian merasa dirinya tidak terikat  apa apa  kepada rekan setingkat, jadi hanya terikat pada atasan langsung, c) menimbulkan biorkrasi yang beku, kaku, d) pembagian kerja kurang terspesialisasikan, dan kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas,  e) kerjasama antar bagian kurang terjalin dengan baik, f) tanggung jawab pimpinan bagian, atau kepala bagian terlalu berat jika perusahaan cukup besar, tidak ada span of control, g) organisasi terlalu bergantung pada satu orang saja, h) kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis sangat besar.</li>
<li><em>kelebihan : </em>a) dapat digunakan oleh hampir stiap organisasi  bagaimanapun besarnya, atau seberapa luas tugas dan kompleksnya susunan organisasi, b) terdapat pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, staff dan pelaksana, c) dapat mengembangkan baka yang ebrbeda beda dari karyawan sehingga menjadi suatu spesialisasi, d) prinsip “<em>the right man on the right place” </em>mudah dilaksanakan, e) proses pengambilan keputusan dapat dengan mudah dilaksanakan  karena ada anggota staff yang ahli dalam bidangnya. f) pengambilan keputusan dapat dilakukan dnegan cepat, g) koordinasi dapat dengan mudah dilakukan karena sudah ada pembidangan masing masing, h) kesatuan perintah/<em>unity of command</em> dapat dipertahankan.</li>
<li><em>Kekurangan :</em> a) rasa solidaritas karyawan tidak begitu tinggi, karena pimpinan dan karyawan tidak saling mengenal, b) bagi para komponen pelaksana tidak selalu jelas mana perintah dan mana nasehat, karena dihadapkan pada dua atasan, yaitu atasan yang ditentukan dalam garis pimpinan yang mempunyai kekuasaan mengmbil keputusan dan hak untuk memerintah, dan staff tingkat atas, walaupun  hanya berhak memberikan nasehat perlu pula ditaati karena nasehat didasarkan pada keahlian. c) para staff ahli cenderung menganggap lapangan adalah yang terpenting,sehingga memungkinkan timbulnya kongkurensi yang tidak sehat.</li>
<li><em>kelebihan : </em>a) spesialisasi tugas akan mempertinggi efisiensi kerja, b) spesialisasi para karyawan dapat berkembang maksimal, c) solidaritas dan moral juga disiplin karyawan  pada umumnya tinggi, d) koordinasi antar karyawan yang menjalankan fungsi yang sama  biasanya mudah karena masing masing mempunyai pengertian yang mendalam mengenai bidangnya masing masing, e) pertanggung jawaban atas fungsinya terjamin.</li>
<li><em>Kekurangan :</em> a) para karyawan terlalu menspesialisasikan diri pada bidang tertentu sehingga sukar mengadakan koordinasi secara menyeluruh, b) memungkinkan timbulnya rasa superior diantara golongan , c) tidak adanya kesatuan pimpinan dan pengawasan terutama pada tingkat atas organisasi, d) karyawan akan merasa bingung karena banyak perintah  dari atasan, terutama perintah berlawanan.</li>
</ul>
<p><strong>d. bentuk      -  bentuk bagan organisasi</strong></p>
<p>bagan organisasi/<em>organization chart</em> menggambarkan lima (5) aspek utama dalam struktur suatu organisasi, yaitu :</p>
<ol>
<li>pembagian kerja setiap kotak menunjukkan  individu atau satuan organisasi  yang bertanggungjawab terhadap kegiatan      organisasi tertentu</li>
<li>manajer dan bawahan, atau rantai perintah/<em>hierarcy chain</em>, menunjukkan      hubungan wewenang tanggung jawab yang menghubungkan atasan dan bawahan      dalam keseluruhan organisasi dari mulai yang tertinggi smpai terendah      dalam organisasi</li>
<li>type pekerjaan yang dilaksanakan</li>
<li>pengelompokan segmen pekerjaan      (departementalisasi)</li>
<li>tingkatan mana jemen.</li>
</ol>
<p>Beberapa bentuk bagan organisasi :</p>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><em>bagan      piramid:</em> bagan organisasi yang saluran  wewenangnya dari <em>top management</em> sampai dengan satuan organisasi  terendah atau <em>lower management/first line level management</em>. Bagan ini paling      banyak digunakan oleh berbagai organisasi. karena simple dan mudah dibuat.</li>
<li><em>bagan      mendatar :</em> bagan organisasi      yang saluran wewenangnya dari <em>top      management</em> sampai satuan organisasi terendah disusun dari kiri  ke kanan</li>
<li><em>bagan      menegak :</em> bagan organisasi      yang saluran wewenangnya dari <em>top      management</em> sampai <em>first line      level management</em> disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya</li>
<li><em>bagan      lingkaran </em></li>
<li><em>bagan      setengah lingkaran</em></li>
<li><em>bagan      elip : </em> prinsipnya sama dengan bagan lingkaran</li>
<li><em>bagan      setengah elip :</em> prinsipnya      sama dengan setengah lingkaran</li>
<li><em>bagan      sinar:</em> bentuk bagan      organisasi  disusun sepeti berkas      sinar</li>
</ol>
<p><strong>d. isi bagan organisasi</strong></p>
<p>isi bagan organisasi terdiri dari:</p>
<ol>
<li><em>bagan      struktur :</em> bagan organisasi      yang isinya menunjukkan susunan organisasi dari pucuk pimpinan sampai      dengan satuan organisasi yang terendah dengan menyebutkan satuan      organisasi serta nama masing masing satuan organisasi tertulis dalam kotak<em></em></li>
<li><em>bagan      aktivitas :</em> bagan organisasi      menjelaskan perincian kegiatan dari masing masing organisasi</li>
<li><em>bagan      jabatan:</em> berisi sebutan      jabatan dan nama satuan organisasi</li>
<li><em>bagan      tugas :</em> berisi perincian tugas maing masing</li>
<li><em>bagan      nama :</em> memuat nama nama      pejabat</li>
<li><em>bagan      pangkat :</em> memuat pangkat dan      golongan para pejabat</li>
<li><em>bagan      fhoto</em></li>
<li><em>bagan      berkode : </em>berupa angka atau      hurup sebagai kode</li>
<li><em>bagan      lukisan :</em> gambar aktivitas      masing masing satuan organisasi</li>
<li><em>bagan      serbaguna </em></li>
</ol>
<p><strong>e. </strong><strong>lingkungan eksternal organisasi </strong></p>
<p>Richard Osborn (1980: 130) mengklasifikasikan  lingkungan eksternal organisasi  menjadi dua macam : yaitu <em>lingkungan umum </em>dan <em>lingkungan khusus.</em></p>
<ol>
<li><em>lingkungan      umum : </em> kekuatan kekuatan yang berinteraksi  dan berpengaruh   terhadap      seluruh sektor kehidupan manusia meliputi komponen : <strong>a</strong>) budaya/<strong><em>culture</em></strong>, <strong>b</strong>) iklim ekonomi/ <strong><em>economic climate</em></strong><em>, </em><strong>c</strong>) lingkungan hukum dan politik /<strong><em>legal and political</em></strong><em> </em>, <strong>d</strong>) lingkungan pendidikan.</li>
<li><em>lingkungan      khusus :</em> yaitu sejumlah kekuatan yang terdiri      atas organisasi, individu-individu dan lembaga  yang berinteraksi dengan organisasi,      yang meliputi komponen : <strong>a</strong>)      pemasok input/ <strong><em>input suppliers</em></strong> : seperti tenaga kerja (<em>labor),money, raw materials (</em>bahan      mentah). <strong>b</strong>) penyalur output/<strong><em>output      distributors</em></strong><em> , </em>atau      dunia perdagangan. <strong>c</strong>) pesaing/<strong><em>competitors</em></strong><em>,</em> yaitu lembaga  lembaga yang merupakan bagian dalam      penyebaran  output yang secara      bersama sama memperebutkan porsi pasar. <strong>d</strong>) peraturan peraturan pemerintah/<strong><em>government yurisdiction</em></strong>,      <strong>e</strong>) kelompok khusus/<strong><em>spesial      group</em></strong><em>,</em> seperti serikat      buruh dan kaum professional.<em></em></li>
</ol>
<p>Sementara J.B. Hodges (1988) dalam bukunya <em>organization theory</em>, membagi lingkungan organisasi  menjadi tiga (3) macam, yaitu :</p>
<ol>
<li>lingkungan makro /<em>macro environment</em> :  meliputi kelompok pelanggan, staff,      pesaing, budaya, sistem politik, sistem ekonomi, teknologi</li>
<li> lingkungan      menengah/ <em>intermediate environment :</em> meliputi <em>suppliers, advertising agents,      brokers agents, </em>agen tenagakerja, lembaga lembaga pelayanan ( co.      leasing, LBH, asuransi)<em></em></li>
<li>lingkungan mikro/<em>micro environment :</em> adalah organisasi itu sendiri yang      meliputi :  a) tujuan dan sistem      kerja, juga teknologi b)  struktur,      otoritas serta power dan komunikasi, c) sistem sumber daya manusia<em></em></li>
</ol>
<p><strong>f. </strong><strong>lingkungan internal organisasi </strong></p>
<p>sebagian ahli menyebut lingkungan internal organisasi sebagai lingkungan mikro organisasi, karena meliputi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan tujuan organisasi, struktur organisasi, proses pengambilan keputusan, motivasi, komunikasi, koordinasi, kepemimpinan serta budaya organisasi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=502&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>azas azas manajemen</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-5/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-5/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 14:13:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fungsi]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[single use plans]]></category>
		<category><![CDATA[strategi perencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[tipe tipe perencanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[FUNGSI PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN lilisulastri lagut PENGERTIAN PERENCANAAN Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai.  Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti.  Para manajer mungkin membuat : Rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=499&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>FUNGSI PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>lilisulastri lagut</em><br />
</strong></p>
<p><strong>PENGERTIAN PERENCANAAN</strong><br />
<strong>Perencanaan</strong> didefinisikan sebagai <em>suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai</em>.  Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti.  Para manajer mungkin membuat :</p>
<ul>
<li>Rencana untuk stabilitas (<em>plan for stability</em>),</li>
<li> rencana untuk mampu beradaptasi (<em>plan for adaptibility</em>) atau para manajer mungkin juga membuat</li>
<li>rencana untuk situasi yang berbeda (<em>plan for contingency)</em></li>
</ul>
<p><strong>PROSES PERENCANAAN</strong></p>
<p>terdiri dari :</p>
<ul>
<li> Menentukan tujuan perencanaan</li>
<li> Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan</li>
<li> Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang</li>
<li> Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan</li>
<li> Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasil</li>
</ul>
<p><strong>TIPE &#8211; TIPE PERENCANAAN </strong>:</p>
<p>1. <strong><em>Perencanaan Jangka Panjang &amp; Jangka Pendek</em></strong><em> </em><br />
Jangka Pendek : Perencanaan untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang<br />
Menengah : 1 s/d 2 tahun<br />
Panjang : Jangka waktu 5 tahun atau lebih<br />
2. <strong><em>Perencanaan strategi dan operasional</em></strong><strong><br />
a. </strong>Perencanaan Strategi : Kebutuhan jangka panjang dan menentukan komprehensif yang telah diarahkan. Menentukan tujuan untuk organisasi dan  kegiatan apa yang hendak diambil sumber-sumber apa yang diperlukan untuk mencapainya.<br />
<em>Tahap perencanaan strategi</em>:<br />
1. identifikasi tujuan dan sasaran<br />
2. penilaian kinerja berdasar tujuan dan sasaran yang ditetapkan<br />
3. penentuan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran<br />
4. implementasi perencanaan strategi<br />
5. evaluasi hasil dan perbaikan proses perencanaan strategi</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> Tujuan perencanaan strategi</em>: mendapatkan keuntungan kompetitiff   (competitive advantage).</p>
<p><strong>Manajemen Strategi</strong><strong><br />
Manajemen strategi</strong>: <em>proses pengarahan usaha perencanaan strategi dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga menjamin kesuksesan organisasi</em><em> dalam jangka panjang</em>.<br />
<strong>Tahap manajemen strategi:</strong><strong><br />
</strong>1. perumusan strategi (strategy formulation)<br />
2. pengimplementasian strategi (strategy implementation)<br />
<strong>Strategi yang digunakan organisasi</strong><br />
Tiga tingkatan strategi yang digunakan organisasi:<br />
1. <em>strategi korporasi (corporate strategy)</em><em><br />
</em>Tujuan: pengalokasian sumber daya iuntuk perusahaan secara total.<br />
Strategi ini digunakan pada tingkat korporasi.<br />
2. <em>strategi bisnis (business strategy)</em><em><br />
</em>strategi untuk bisnis satu produk lini.<br />
Strategi ini digunakan pada tingkat divisi.<br />
3. <em>strategi fungsional (functional strategy)</em><em><br />
</em>mengarah ke bidang fungsional khusus untuk beroperasi.<br />
Strategi ini digunakan pada tingkat fungsional seperti penelitian dan pengembangan, sumber daya, manufaktur, pemasaran, dll.</p>
<p><strong>b. </strong>Perencanaan operasional: <em>kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut</em>. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.<br />
<em>Perencanaan operasional yang khas</em> terdiri dari:<br />
1. <em>Perencanaan produksi (Production Plans)</em> : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan<br />
2<em>. Perencanaan keuangan (Financial Plans)</em> : Perencanaan yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas operasional<br />
3. <em>Perencanaan Fasilitas ( Facilites Plans</em>) : Perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas &amp; layaout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas.<br />
4. <em>Perencanaan pemasaran (Marketing Plans</em>) : Berhubungan dengan keperluan penjualan dan distribusi barang /jasa.<br />
perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan.</p>
<p><strong><em>3. Perencanaan tetap (standing plans)</em></strong> : digunakan untuk kegiatan yang terjadi berulang kali (terus menerus)  yang tertuang dalam  Kebijaksanaan Organisasional , Prosedur dan Peraturan.<br />
Perencanaan tetap yang mengkomunikasikan pengarahan yang luas untuk membuat berbagai keputusan dan melaksanakan tindakan.  Misalnya : Penyewaan karyawan, Pemberhentian sementara, Prosedur dan aturan<br />
Perencanaan tetap yang menggambarkan tindakan yang diambil pada situasi tertentu sering disebut : <em>Standard Operating Prosedurs</em> (SOPs)</p>
<p><strong><em>4. Perencanaan sekali pakai (single-use plans)</em></strong><em> :</em> digunakan hanya sekali untuk situasi yang unik<br />
Anggaran : menggunakan sumber-sumber untuk mengerjakan aktivitas proyek atau program : merupakan alat Manajemen yang ampuh untuk mengalokasikan berbagai macam sumber yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang beranekaragam.<br />
Jadwal Proyek : menetapkan rangkaian kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan khusus dan yang menghubung-hubungkan dengan kerangka waktu yang khusus, target kinerja dan Sumber Daya<br />
<strong><br />
KEUNTUNGAN PERENCANAAN</strong> :<br />
<strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>a. Fokus dan fleksiblitas</em></strong><em><br />
</em>FOKUS : Mengetahui apa yang terbaik , mengetahui apa yang dibutuhkan dan bagaimana melayani pelanggan<br />
FLEKSIBILITAS: Beroperasi dan punya pandangan kedepan<br />
Perencanaan membantu Manajer karena:<br />
2.. <em>Perencanaan berorientasi pada hasil</em>- Menciptakan pengertian arah orientasi kinerja<br />
4. <em>Perencanaan Orientasi pada prioritas</em> -Memastikan hal yang paling penting dan mendapatkan perhatian utama<br />
5. <em>Perencanaan orientasi pada keuntungan</em> -Membantu sumber -sumber untuk mendayagunakan kekuatan terbaik<br />
6. <em>Perencanaan orientasi pada perubahan</em> -membantu mengantisipasi masalah dan kesempatan sehingga dapat dicapai kesesuaian yang terbaik<strong><em><br />
b. Perencanaan mengembangkan koordinasi</em></strong><br />
Tujuan-tujuan dari masing-masing subsistem ditata sehingga saling mendukung satu sama lain. Tingkatan tujuan yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkatan tujuan yang lebih rendah.<br />
<strong><em>c. Perencanaan mengembangkan pengendalian</em></strong><br />
Pengendalian meliputi Pengukuran dan evaluasi<br />
Perencanaan membantu kemungkinan tersebut dalam menentukan tujuan, keinginan hasil kinerja dan menentukan tindakan khusus.</p>
<p><strong>PENDEKATAN-PENDEKATAN PERENCANAAN:</strong><br />
<strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>1. Perencanaan inside-out dan perencanaan outside-in :</em></strong><br />
a. <em>Perencanaan inside-out:</em> terfokus pada yang sudah dilakukan dan mengusahakan untuk melakukan yang tebaik yang dapat dilakukan. Ini meningkatkan efektivitas organisasi.<br />
b. <em>Perencanaan outside-in</em>: dari analisa lingkungan eksternal muncul perencanaan untuk mengeksploitasi kesempatan-kesempatan dan meminimisasi permasalahan yang terjadi. Kedua perencanaan ini dapat dikombinasikan agar optimal.<strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>2. Perencanaan top-down dan perencanaan bottom-up</em></strong>:<br />
<em>a. Perencanaan dari atas ke bawah (top-down):</em> manajer dibawah manajer puncak membuat perencanaan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan manajer puncak.<br />
b<em>. Perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up)</em> : dikembangkan pada tingkatan yang lebih bawah tanpa adanya batasan yang secara teratur melewati hirarki tersebut ke tingkat manajer puncak. Kelebihan: kuatnya komitmen dan kepemilikan dalam perencanaan yang lebih rendah. Kelemahan: bila terlalu ekstrim mungkin akan gagal untuk menghasilkan seluruh tugas yang terintegrasi dalam organisasi secara keseluruhan.</p>
<p><strong><em>3. Perencanaan contingency</em></strong> :  perencanaan yang terfokus pada pemikiran ke depan. Perencanaan ini meliputi penentuan alternatif-alternatif tindakan yang dapat diimplementasikan seandainya perencanaan orisinil tidak sesuai karena adanya perubahan keadaan. Kunci: prediksi perubahan yang akan datang yang dapat berakibat pada perencanaan yang sedang dijalankan.</p>
<p><strong>DASAR-DASAR PERENCANAAN YANG BAIK</strong> :</p>
<p>1<strong>. forecasting</strong> : <em>proses pembuatan asumsi-asumsi tentang apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.</em> Forecasting meliputi : a) <em>forecasting kualitatif</em>: prediksi masa depannya menggunakan pendapat para  ahli. B). <em>forecasting kuantitatif</em>: prediksi masa depannya menggunakan analisa data secara matematis dan statistis (analisa time series, model ekonometri, survey statistik)<br />
2. <strong>Penggunaan skenario</strong> : meliputi penentuan beberapa alternatif skenario masa yang akan dtaang atau keadaan peristiwa yang mungkin terjadi. Pengidentifikasian kemungkinan skenario yang berbeda waktunya akan membantu organisasi beroperasi lebih fleksibel dalam lingkungan yang dinamis.<br />
3. <strong>benchmarking</strong> : perbandingan eksternal untuk mengevaluasi secara lebih baik suatu arus kinerja dan menentukan kemungkinan tindakan yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Tujuan nya : untuk mengetahui apakah orang-orang dan organisasi bekerja dengan baik dan merencanakan bagaimana menggabungkan ide-ide tersebut dalam pengoperasiannya.<br />
4<strong>. partisipasi dan keterlibatan</strong> (perencanaan partisipatif yang aktif) : perencanaan di mana semua orang yang mungkin akan memperngaruhi hasil dari perencanaan dan atau akan membantu mengimplementasikan perencanaan-perencanaan tersebut.<br />
5<strong>. penggunaan staf perencana</strong> ( fungsi staf perencana) : bertanggung jawab dalam mengarahkan dan mengkoordinasi sistem perencanaan untuk organisasi secara keseluruhan atau untuk salah satu komponen perencanaan yang utama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=499&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/azas-azas-manajemen-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perilaku organisasi</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/perilaku-organisasi-13/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/perilaku-organisasi-13/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 05:26:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[perilaku organisasi (organizatonal behavior)]]></category>
		<category><![CDATA[groupthink]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku kelompok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Materi  ke IV Syllabus VII Dasar Dasar Perilaku Kelompok Lilisulastri lagut Kelompok (group) : dua individual atau lebih yang berinteraksi  dan saling bergantung dan saling bergabung untuk mencapai sasaran tertentu Kelompok didefinisikan dalam beberapa arti : kelompok dalam artian persepsi :  adalah sebagai orang  yang terlibat dalam interaksi satu sama lain dalam suatu peprtemuan tatap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=495&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Materi  ke IV</strong></p>
<p><em>Syllabus VII</em></p>
<p align="center"><strong><em> </em></strong></p>
<p align="center"><strong>Dasar Dasar Perilaku Kelompok</strong></p>
<p align="center"><em>Lilisulastri lagut</em></p>
<p><strong>Kelompok</strong> (<em>group)</em> : <em> dua individual atau lebih yang berinteraksi  dan saling bergantung dan saling bergabung untuk mencapai sasaran tertentu</em></p>
<p>Kelompok didefinisikan dalam beberapa arti :</p>
<ol>
<li><em>kelompok dalam artian persepsi</em> :  adalah sebagai orang  yang terlibat dalam interaksi satu sama lain dalam suatu peprtemuan tatap muka atau serangkaian pertemuan  semacam itu, dimana  setiap anggota menerima beberapa kesan atau persepsi yang cukup jelas tentang anggota lainnya.<em> </em></li>
<li><em> </em><em>kelompok dalam artian organisasi :</em> adalah suatu sistem yang diorganisasikan  dari dua orang atau lebih yang saling berhubungan sehingga sistem tersebut melakukan beberapa fungsi , mempunyai seperangkat standar hubungan , peranan antar anggotanya, dan mempunyai seperangkat norma yang mengatur kelompok dan masing masiing anggotanya.</li>
<li><em> </em><em>kelompok dalam artian motivasi :</em> adalah sekelompok individu yang keberadaannya sebagaimana sebagai suatu     kumpulan menguntungkan individu individu<em> </em></li>
<li><em></em><em>kelompok dalam artian interaksi : </em>adalah sejumlah orang yang berkomunikasi satu sama lain yang sering melampaui rentang waktu tertentu, dan jumlahnya cukup sedikit sehingga setiap orang  dapat berkomunikasi dengan baik.<em></em></li>
</ol>
<p><strong>Tipe tipe kelompok</strong></p>
<p>Kelompok dapat diklasifikasikan kedalam beberapa tipe , antara lain :</p>
<ol>
<li>kelompok formal : suatu kelompok kerja yang ditandai dan didefinisikan oleh struktur organisasi</li>
<li>kelompok informal : suatu kelompok yang tidak terstruktur secara formal atau tidak ditetapkna secara organisasi.</li>
<li>kelompok komando : kelompok yang ditetapkan atau diperintahkan  langsung oleh organisasi, yang etrdiri dari seorang manajer dan bawahan langsungnya.</li>
<li>kelompok tugas : kelompok yang terdiri dari mereka yang  bekerja bersama untuk menyelesaikan suatu tugas pekerjaan</li>
<li>kelompok kepentingan : kelompok yang bekerja bersama untuk mencapai suatu sasaran khusus yang menjadi kepedulian dari tiap orang</li>
<li>kelompok persahabatan : mereka yang bergabung bersama sama karena mereka berbagi  satu karakteristik atau lebih.</li>
</ol>
<p><strong>Tahap tahap perkembangan kelompok </strong></p>
<p>Ada lima tahap perkembangan kelompok, atau lebih dikenal dengan <strong>model lima tahap :</strong></p>
<ol>
<li>tahap pembentukan (<em>forming)</em> :  tahap pertama  dalam perkembangan kelompok yang dicirikan oleh banyak nya ketidak pastian. Mengenai struktur, maksud dan tujuan, dan kepemimpinan kelompok.</li>
<li>tahap keributan (<em>storming)</em> : tahap kedua dalam perkembangan kelompok yang dicirikan  oleh konflik didalam kelompok, artinya para anggota menerima baik eksistensi kelompok, tetapi melawan adanya kendala kendala  yang dikenakan oleh kelompok terhadap individualitas.</li>
<li>tahap penormaan (<em>norming) :</em> tahap ketiga dalam perkembangan kelompok, dicirikan oleh hubungan akrab  dan kekohesifan (ke saling tertarikan)</li>
<li>tahap pengerjaan (<em>performing): </em>tahap keempat dalam perkembangan kelompok, dimana kelompok tersebut sepenuhnya berfungsi dan diterima dengan baik.</li>
<li>tahap penundaan (<em>adjourning) : </em> tahap terakhir dalam perkembangan kelompok dengan ciri kepedulian untuk menyelesaikan kegiatan kegiatan , bukan melaksanakan tugas.</li>
</ol>
<p><strong>Apakah Kelompok itu?</strong></p>
<p>Kelompok merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang berinteraksi dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya, dan dibentuk bersama berdasarkan pada interes atau tujuan yang sama.</p>
<p>Perilaku kelompok merupakan respon-respon anggota kelompok  terhadap struktur sosial kelompok dan norma yang diadopsinya.</p>
<p>Perilaku kolektif merupakan tindakan seseorang oleh karena pada saat yang sama berada pada tempat dan berperilaku yang sama pula.</p>
<p><strong>Mengapa seseorang bergabung dalam kelompok?</strong></p>
<p>Ada dua alasan seseorang bergabung dalam kelompok. Pertama, untuk mencapai tujuan yang bila dilakukan sendiri tujuan itu tidak tercapai. Kedua, dalam kelompok seseorang dapat tepuaskan kebutuhannya dan mendapatkan reward soaial seperti rasa bangga, rasa dimiliki, cinta, pertemanan, dsb.  Besarnya anggota kelompok akan mempengaruhi interaksi dan keputusan yang dibuatnya. <em>Brainstorming</em> dalam mengambil keputusan kelompok akan efektif bila anggota kelompoknya 5-10 orang.  Kohesivitas kelompok merupakan derajat dimana anggota kelompok saling menyukai, memiliki tujuan yang sama, dan ingin selalu mendambakan kehadiran anggota lainnya. Biasanya kohesivitas ini dikaitkan dengan produktivitas kelompok. Namun tidak semua bentuk kohesivitas kelompok ini berdampak positif, karena anggota bisa merasa tertekan untuk selalu conform terhadap norma kelompok.</p>
<p><strong>Pengaruh Orang Lain pada  Performance (Perilaku Individu).</strong></p>
<p>1.      Kehadiran orang lain bisa mempengaruhi usaha (<em>effort</em>) seseorang. Bentuk dari efek ini antara lain: persaingan (<em>rivalry</em>), fasilitasi sosial, dan social loafing. Rivalry merupakan peningkatan motivasi dan usaha seseorang pada suatu kompetisi.  <em>Fasilitasi sosial</em> merupakan peningkatan usaha seseorang karena mengetahui orang lain yang juga melakukan hal yang sama. Sedangkan <em>social loafing</em> merupakan menurunnya kinerja seseorang dalam kelompok bila dibandingkan dengan  kerja individual.</p>
<p>2.      Kehadiran orang lain menyebabkan meningkatnya Arousal.Robert Zajonc menyatakan bahwa kehadiran orang lain dapat meningkatkan <em>drive </em>atau tingkat arousal. Performance akan meningkat bila bentuk perilakunya itu sederhana, dikuasai, dan responya sesuai dengan situasi yang berlangsung. Sebaliknya, performance akan menurun, bila  responnya kompleks, dan tidak dikuasai.</p>
<p>3.      Kehadiran orang lain dapat menyebabkan distraksi (konflik performance) dan  evaluasi.Bila seseorang itu sadar bahwa ia memiliki audiens, ia mungkin cenderung mengalami dua konflik yaitu: memperhatikan pada tugas (<em>pool position</em>) atau memperhatikan audiensnya. Konflik ini menyebabkan meningkatnya arousal dan pada akhirnya  dapat meningkatkan kecenderungan untuk memberikan respon  secara dominan. Bila audiens dirasakan mengevaluasi performance seseorang maka  performance seseorang akan terpengaruh kadang meningkat dan kadang menurun.</p>
<h2>Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pengambilan Keputusan Kelompok</h2>
<p>1.      Komposisi kelompokAda 4 hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun komposisi kelompok.</p>
<ol>
<li>penerimaan tujuan umum; mempengaruhi kerjasama dan tukar      informasi</li>
<li>pembagian (divisibilitas) tugas kelompok; tidak semua tugas dapat      dibagi</li>
<li>komunikasi dan status struktur; biasanya yang osisinya tertinggi      paling mendominasi dalam kelompok.</li>
<li>ukuran kelompok; semakin besar kelompok semakin menyebar opini,      konsekuensinya adalah semakin lemah partisipasi individu dalam kelompok      tersebut.</li>
</ol>
<p>2.      Kesamaan anggota kelompokKeputusan kelompok akan cepat dan mudah dibuat bila anggota kelompok sama satu dengan yang lain.</p>
<p>3.      Pengaruh (pengkutuban) polarisasi kelompok. Seringkali keputusan yang dibuat kelompok lebih ekstrim dibandingkan keputusan individu. Hal itu disebabkan karena adanya perbadingan sosial.  Tidak semua orang berada di atas rata-rata. Oleh karena itu untuk mengimbanginya perlu dibuat keputusan yang jauh dari pendapat orang tersebut.</p>
<h2>GROUPTHINK</h2>
<p>Merupakan proses ketika kelompok menghadapi keputusan yang penuh stres, mereka  menjadi lebih memperhatikan adanya kesepatan daripada mengevaluasi fakta-fakta yang muncul dalam situasi yang dipikirkan. Hal ini bisa saja terjadi karena kelompok melakukan  <em>devensive avoidance</em>, yaitu mencoba menghindari informasi yang mungkin menyebabkan kecemasan.</p>
<p>Janis (1982) menulis bahwa group thinking terjadi karena pembuat keputusan itu adalah kelompok yang kohesif, ada kesalahan struktural dalam organisasi (pimpinan yang dominan), adanya situasi yang provokatif. Gejala Groupthink dapat digambarkan dari 3 tipe: yaitu: over-estimasi terhadap kelompoknya, kedekatan berpikir, dan tekanan untuk menjadi sama (seragam).</p>
<p>Kelompok dapat menghindari Groupthink dengan dua tahap: <em>discouraging leader bias, </em>dan <em>menghindari isolasi kelompok. </em>Kelompok jangan sampai dominan, dan memberikan kepada anggota untuk mengkritik. Untuk menghindari isolasi kelompok, rencana kebijakan kelompok dapat dibagi ke dalam sub grup dan dan sub grup ini bertemu untuk membahas tujuan kelompok secara terpisah, dengan pemimpin masing-masing sub group yang berbeda dengan pemimpin semula.</p>
<h4>KEPEMIMPINAN</h4>
<h3>Apakah kepemimpinan itu?</h3>
<p>Brigham (1991) mendefinisikan bahwa  pemimpin (<em>leader</em>) adalah seseorang yang: (1). dapat mempengaruhi arah kelompok dengan mempengaruhi sikap-sikapnya dan perilakunya, dan (2) memelihara image kelompok sehingga menjadi perhatian yang tertanam bagi para anggotanya.Menjadi pemimpin berarti melibatkan adanya transaksi antara pemimpin dengan pengikutnya. Hollander (1986) menyatakan bahwa  pemimpin itu berperan mengarahkan, membimbing, dan mempengaruhi, sedangkan pengikutnya memberikan status, harga diri, dan kesediannya untuk merespon pengaruh pimpinan. Dengan pengertian itu, pemimpin merupakan peran sosial yang mencerminkan pengaruh yang terlegitimasi. Kita dapat menganalisis perilaku kepemimpinan secara lebih dekat dengan memperhatikan pada pemimpin di dalam kelompok (Forsyth, 1990; Lord, 1977).</p>
<p>Perilaku tersebut antara lain:</p>
<p>1.      Menolong menetapkan dan mencapai tujuan kelompok. Posisi ini menjadikannya sebagai <em>polecy-maker</em> dan pembuat rencana.</p>
<p>2.      Membina kelompok. Pemimpin harus bisa meredam ketegangan, menjadi pengadil bila ada perbedaan, dan menjadi kebersamaan.</p>
<p>3.      Menjadi simbol identifikasi. Dengan beridentifikasi pada pemimpinnya, anggota akan selalu menjaga kesatuannya. Pemimpin pemerintahan dan pemimpin suatu serikat / organisasi sering berperan seperti ini.</p>
<p>4.      Mewakili kelompok kepada dunia luar. Pemimpin merupakan wakil kelompok untuk melakukan hubungan dan negosiasi dengan kelompok lain.</p>
<p>5.      Melakukan transformasi kelompok. Pemimpin dapat dibantu untuk menjalankan perannya sebagai pemimpin, sedangkan pengikutnya menjadi agent moral pemimpinnya.</p>
<h1>Perilaku organisasi</h1>
<p><strong>Perilaku Organisasi</strong> adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi).</p>
<p><strong>Perilaku organisasi</strong> juga dikenal sebagai <strong>Studi tentang organisasi</strong>. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari <a title="Organisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi">organisasi</a>, dengan memanfaatkan metode-metode dari <a title="Ilmu ekonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi">ekonomi</a>, <a title="Sosiologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi">sosiologi</a>, <a title="Ilmu politik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_politik">ilmu politik</a>, <a title="Antropologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi">antropologi</a> dan <a title="Psikologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi">psikologi</a>. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang <a title="Sumber daya manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia">Sumber daya manusia</a> dan <a title="Psikologi industri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_industri&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi industri</a> serta <strong>perilaku organisasi</strong>.</p>
<p>Studi organisasi adalah telaah tentang pribadi dan <a title="Dinamika kelompok (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dinamika_kelompok&amp;action=edit&amp;redlink=1">dinamika kelompok</a> dan konteks <a title="Organisasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi">organisasi</a>, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini.</p>
<p>Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk <a title="Mengontrol (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mengontrol&amp;action=edit&amp;redlink=1">mengontrol</a>, <a title="Memprediksikan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Memprediksikan&amp;action=edit&amp;redlink=1">memprediksikan</a>, dan <a title="Menjelaskan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Menjelaskan&amp;action=edit&amp;redlink=1">menjelaskan</a>. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu, <strong>perilaku organisasi</strong> (dan studi yang berdekatan dengannya, yaitu <a title="Psikologi industri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikologi_industri&amp;action=edit&amp;redlink=1">psikologi industri</a>) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam <a title="Perkembangan organisasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perkembangan_organisasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">perkembangan organisasi</a> dan keberhasilan kerja.</p>
<h2>Sejarah</h2>
<p>Meskipun studi ini menelusuri akarnya kepada <a title="Max Weber" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Weber">Max Weber</a> dan para pakar yang sebelumnya, studi organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan dengan munculnya <a title="Manajemen ilmiah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manajemen_ilmiah&amp;action=edit&amp;redlink=1">manajemen ilmiah</a> pada tahun 1890-an, dengan <a title="Taylorisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taylorisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">Taylorisme</a> yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang berbagai sistem <a title="Kompensasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompensasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">kompensasi</a> pun dilakukan.</p>
<p>Setelah <a title="Perang Dunia I" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I">Perang Dunia I</a>, fokus dari studi organisasi bergeser kepada analisis tentang bagaimana faktor-faktor manusia dan psikologi mempengaruhi organisasi. Ini adalah transformasi yang didorong oleh penemuan tentang <a title="Dampak Hawthorne (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dampak_Hawthorne&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dampak Hawthorne</a>. <a title="Gerakan hubungan antar manusia (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerakan_hubungan_antar_manusia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gerakan hubungan antar manusia</a> ini lebih terpusat pada <a title="Tim (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tim&amp;action=edit&amp;redlink=1">tim</a>, motivasi, dan aktualisasi tujuan-tujuan individu di dalam organisasi.</p>
<p>Para pakar terkemuka pada tahap awal ini mencakup:</p>
<ul>
<li><a title="Chester Barnard (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Chester_Barnard&amp;action=edit&amp;redlink=1">Chester Barnard</a></li>
<li><a title="Henri Fayol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Henri_Fayol">Henri Fayol</a></li>
<li><a title="Mary Parker Follett" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mary_Parker_Follett">Mary Parker Follett</a></li>
<li><a title="Frederick Herzberg (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Frederick_Herzberg&amp;action=edit&amp;redlink=1">Frederick Herzberg</a></li>
<li><a title="Abraham Maslow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Maslow">Abraham Maslow</a></li>
<li><a title="David McClelland (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=David_McClelland&amp;action=edit&amp;redlink=1">David McClelland</a></li>
<li><a title="Victor Vroom (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Victor_Vroom&amp;action=edit&amp;redlink=1">Victor Vroom</a></li>
</ul>
<p><a title="Perang Dunia II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II">Perang Dunia II</a> menghasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini, ketika penemuan logistik besar-besaran dan <a title="Penelitian operasi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penelitian_operasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">penelitian operasi</a> menyebabkan munculnya minat yang baru terhadap sistem dan pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi.</p>
<p>Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang ini sangat dipengaruhi oleh [[psikologi sosial[[ dan tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada <a title="Penelitian kuantitatif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kuantitatif">penelitian kuantitatif</a>.</p>
<p>Sejak tahun 1980-an, penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi dan perubahan menjadi bagian yang penting dari studi ini. Metode-metode kualitatif dalam studi ini menjadi makin diterima, dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dari <a title="Antropologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi">antropologi</a>, <a title="Psikologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi">psikologi</a> dan <a title="Sosiologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi">sosiologi</a>.</p>
<h2>Keadaan bidang studi ini sekarang</h2>
<p>Perilaku organisasi saat ini merupakan bidang studi yang berkembang. Jurusan studi organisasi pada umumnya ditempatkan dalam sekolah-sekolah bisnis, meskipun banyak universitas yang juga mempunyai program psikologi industri dan ekonomi industri pula.</p>
<p>Bidang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis dengan para praktisi seperti <a title="Peter Drucker" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peter_Drucker">Peter Drucker</a> dan <a title="Peter Senge (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_Senge&amp;action=edit&amp;redlink=1">Peter Senge</a> yang mengubah penelitian akademik menjadi praktik bisnis. Perilaku organisasi menjadi semakin penting dalam ekonomi global ketika orang dengan berbagai latar belakang dan nilai budaya harus bekerja bersama-sama secara efektif dan efisien. Namun bidang ini juga semakin dikritik sebagai suatu bidang studi karena asumsi-asumsinya yang etnosentris dan pro-kapitalis (lihat <a title="Studi Manajemen Kritis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Studi_Manajemen_Kritis&amp;action=edit&amp;redlink=1">Studi Manajemen Kritis</a>)</p>
<h2>Terdapat 4 aturan kinerja dalam suatu bisnis:</h2>
<ol>
<li>Produktivitas yang efektif dan efisien, yakni minimal biaya      dengan tepat guna atau sasaran.</li>
<li>Absensi, yakni rasio antara jumlah jam kerja dengan jam kerja      seharusnya.</li>
<li>Kepuasan kerja</li>
<li>Tingkat perputaran tenaga kerja (Labor turn over), yakni      perbandingan antara jumlah karyawan yang masuk dan yang keluar dibagi      jumlah tenaga kerja.</li>
</ol>
<h2>Tantangan Bisnis yang akan datang</h2>
<ol>
<li>Masalah: Meningkatnya produktivitas tenaga kerja. Tantangan      bisnis ke depan adalah bagaimana menciptakan keunggulan bersaing dan      mempertahankan kesinambungan bisnis sehingga tuntutan peningkatan      produktivitas kerja menjadi suatu keharusan. Upaya peningkatan      produktivitas kerja diantaranya melalui perubahan perilaku.</li>
<li>Peningkatan keahlian tenaga kerja. Keahlian dinyatakan dalam 3      bentuk: keahlian berkonsep, keahlian teknis dan keahlian teknologi.</li>
<li>Menurunnya tingkat kesetiaan karyawan</li>
<li>Respon atas era globalisasi (hilangnya batas waktu dan ruang),      yakni globalisasi ekonomi dan globalisasi perusahaan.</li>
<li>Budaya keanekaragaman tenaga kerja.</li>
<li>Munculnya peniru temporer, yakni terdapat pergantian karena      adanya persaingan sehingga daur hidup produk semakin singkat. Untuk itu      produk yang jenuh membutuhkan inovasi-inovasi, salah satunya dengan cara      menaikkan tingkat ketrampilan.</li>
<li>Peningkatan kualitas pelayanan, produk, dan layanan purna jual.</li>
<li>Tuntutan dalam beretika bisnis.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/495/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=495&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/25/perilaku-organisasi-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perilaku organisasi</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-12/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-12/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 03:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[perilaku organisasi (organizatonal behavior)]]></category>
		<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[process theory]]></category>
		<category><![CDATA[skinner&#039;s reinforcement theory]]></category>
		<category><![CDATA[the adam&#039;s equity theory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Syllabus VI Teori Motivasi dan Konsep Konsep Dasar Motivasi ( bag III ) Lilisulastri lagut Process Theory : Skinner’s Reinforcement Theory Teori ini berasumsi bahwa orang dikondisikan  akan bertingkah laku  tertentu yang disebabkan  oleh respons  masa lalu pada  situasi yang sama. Dengan kata lain, bahwa tingkah laku pegawai dapat diprediksi dengan didasari oleh tindakan  yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=491&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syllabus VI</p>
<p align="center"><strong>Teori Motivasi dan Konsep Konsep Dasar Motivasi ( bag III )</strong></p>
<p align="center"><strong><em>Lilisulastri lagut</em></strong><em></em></p>
<p><strong><em>Process</em></strong><em> <strong>Theory</strong></em> :</p>
<p><strong><em>Skinner’s Reinforcement Theory</em></strong></p>
<p><strong>Teori ini berasumsi bahwa orang dikondisikan  akan bertingkah laku  tertentu yang disebabkan  oleh respons  masa lalu pada  situasi yang sama.</strong> Dengan kata lain, <strong>bahwa tingkah laku pegawai dapat diprediksi dengan didasari oleh tindakan  yang telah dilakukan oleh pegawai  dimasa lalu terhadap  pekerjaan yang sama.</strong></p>
<p><em>Reinforcement theory</em> menyarankan apabila pihak perusahaan memberikan respons positif terhadap tingkah laku pegawainya, maka pegawai tersebut tidak akan mengulangi tindakan atau tingkah laku yang sama. Sebaliknya, jika pihak perusahaan memberikan respon yang negatif, maka pegawai tersebut tidak akan melakukan tindakan yang sama  atau menghindari tindakan tersebut dikemudian hari.</p>
<p>Gary Dessler  dalam bukunya <em>Improving Productivity at Work </em>(1983:19) menjelaskan bahwa ada dua <em>Reinforcement </em>untuk merubah tingkah laku. Pertama: <em>positive Reinforcement,</em>seperti halnya pemberian <em>reward</em> berupa bonus, penghargaan,dan perasaan akan pencapaian dalam menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan. Kedua: <em>negative Reinforcement,</em> termasuk dalam kategori  disini adalah penurunan jabatan,pemberhentian, dan teguran.</p>
<p>Dala pelaksanaan <strong><em>positive Reinforcement</em>, dapat dilakukan dengan tiga cara :</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Social Reinforcement.</em></strong><em> </em>Merupakan salah satu bentuk  dari <em>reinforcement</em> yang      termudah dan termurah untuk dilakukan, termasuk diantaranya adalah pujian      dari atasan dan surat      ucapan terimakasih  dari pimpinan sebagai pemimpin tertinggi      perusahaan</li>
<li><strong><em>Intrinstic      Reinforcement,</em> </strong>bentuk dari <em>Reinforcement</em> yang terjadi      sebagai penguatan secara alamiah dari suatu tingkah laku.</li>
<li><strong><em>Tangible Reinforcement,</em></strong> bentuk dari <em>positive Reinforcement </em>dimana dalam hal ini termasuk      pemberian bonus, tunjangan tunjangan dan lain lain</li>
</ol>
<p>Tindakan lain dari <em>Reinforcement</em> selain <em>Positive Reinforcement</em>adalah <em>negative Reinforcement </em>yangd isebut juga sebagai <em>punishment </em>atau hukuman. Dalam melakukan tindakan <em>punishment</em> oleh perusahaan harus dilakukan dengan hati hati dan hanya dilakukan jika peraturan perusahaan dilanggar.</p>
<p><strong><em>Adam’S Equity Theory</em></strong></p>
<p><strong>Teori  ini  berhubungan dengan anggapan atau kepercayaan  pegawai  apakah ia diperlakukan adil atau tidak dibandingkan dengan pegawai lain  dalam posisi pekerjaan yang sama</strong>. dimana dalam teori ini berasumsi bahwa setiap pegawai akan selalu timbul dua pertanyaan tentang pekerjaan yang mereka lakukan. Yaitu apa yang didapat terhadap tindakan yang mereka lakukan.</p>
<p><strong>Teori keadilan ini  merupakan perbandingan yang dilakukan terhadap:</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>self-inside</em></strong><em>, </em>yaitu perbandingan pengalaman kerja  pada jabatan yang berbeda      dalam suatu organisasi</li>
<li><strong><em>self-outside</em></strong><em>,</em> yaitu perbandingan pengalaman kerja pada situasi atau jabatan diluar      organisasi</li>
<li><strong><em>Other-inside,</em></strong><em> </em>yaitu perbandingan terhadap individu atau kelompok  lain dalam      suatu organisasi</li>
<li><strong><em>Other-Outside</em></strong><em>, </em>yaitu perbandingan terhadap individu atau kelompok  diluar      organisasi.</li>
</ol>
<p><strong>Teori ini juga mengemukakan bahwa individu tidak hanya memperhatikan  jumlah <em>total rewards </em>yang diterima atas usaha mereka tetapi juga memperhatikan jumlah yang diterima oleh orang lain.</strong> Atas dasar <em>inputs </em>seseorang  seperti halnya usaha atau <em>effort</em>, pengalaman, pendidikan,  dan kemampuan  seseorang  akan membandingkan  <em>outcomes</em> seperti halnya tingkat upah atau gaji,pengakuan, dan faktor faktor lain. Apabila terjadi ketidakseimbangan rasio <em>outcomes –inputs</em> dengan orang lain, maka timbul suatu ketegangan. Dan ketegangan ini merupakan dasar dari motivasi.</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Stephen P.Robbins, <em>organiational behavior </em>1996:199</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/491/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=491&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perilaku organisasi</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-11/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-11/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 03:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[perilaku organisasi (organizatonal behavior)]]></category>
		<category><![CDATA[adam&#039;s eqity theory]]></category>
		<category><![CDATA[konsep motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[teori motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Vroom&#039;s expectancy theory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Syllabus VI Teori Motivasi dan Konsep Konsep Dasar Motivasi ( bag II ) Lilisulastri lagut Process Theory : sementara teori proses lebih mengarahkan perhatiannya pada proses melalui pegawai yang melakukan pilihan pilihan motivasinya. Teori proses atau re-inforcement menyatakan bahwa prilaku seorang pegawai dapat dikendalikan dengan rewards dan punishment.  Dengan menggunakan  pendekatan carrot and stick yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=486&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syllabus VI</p>
<p align="center"><strong>Teori Motivasi dan Konsep Konsep Dasar Motivasi ( bag II )</strong></p>
<p align="center"><strong><em>Lilisulastri lagut</em></strong><em></em></p>
<p><strong><em>Process</em></strong><em> <strong>Theory</strong></em> :</p>
<p>sementara <strong>teori proses</strong> lebih mengarahkan perhatiannya pada proses melalui pegawai yang melakukan pilihan pilihan motivasinya. <strong>Teori proses atau <em>re-inforcement</em> menyatakan bahwa prilaku seorang pegawai dapat dikendalikan dengan <em>rewards</em> dan <em>punishment</em></strong>.  Dengan menggunakan  pendekatan <em>carrot and stick</em> yang menggabungkan keduanya. <strong>Teori lain yang termasuk didalamnya adalah <em>the Vroom’s Expectancy theory,the skinner’s Reinforcement theory, </em>dan <em>the adam’s equity.</em></strong></p>
<p><strong><em>Vroom’s Expectancy theory</em></strong></p>
<p><strong><em>The Expectancy theory </em>yang dikemukakan oleh Victor Room menyatakan bahwa kekuatan suatu kecenderungan untuk bertindak dalam suatu cara  tertentu bergantung pada kekuatan suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu dan pada daya tarik dari keluaran tersebut bagi individu itu.</strong><em> </em></p>
<p>Teori ini juga menyatakan  bahwa seorang pegawai dimotivasi untuk menjalankan tingkat  upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya tersebut menghantar pada suatu penilaian kinerja yang baik.dan suatu penilaian yang baik  akan mendorong dikeluarkannya ganjaran/imbalan organisasional  seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi sehingga dapat memuaskan tujuan tujuan pribadi pegawai tersebut. Sehingga <strong>teori ini memfokuskan pada  tiga hubungan</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>hubungan upaya – kinerja;</strong> probabilitas yang dipersepsikan oleh individu  yang mengeluarkan      sejumlah  upaya tertentu yang akan   mendorong kinerja</li>
<li><strong>hubungan kinerja  &#8212;      imbalan;</strong> derajat sejauhmana individu itu meyakini bahwa kinerja pada      suatu tingkat tertentu  akan mendorong tercapainya suatu keluaran      yang diinginkan</li>
<li><strong>hubungan imbalan – tujuan      pribadi</strong>;  derajat sejauhmana imbalan organisasional memenuhi      tujuan tujuan atau kebutuhan pribadi seorang individu, dan daya tarik      imbalan tersebut untuk individu</li>
</ol>
<p>teori ini (<em>teori pengharapan)</em> juga membantu menjelaskan mengapa banyak sekali pegawai yang tidak termotivasi pada pekerjaannya dan semata mata melaksanakan pekerjaan  hanya untuk menyelamatkan diri saja.  Teori ini juga secara logis berusaha membangun proses proses mental yang mengarahkan seseorang untuk mengeluarkan sejumlah usaha  dengan tujuan tertentu dan meramalkan situasi situasi dimana antara tautan  upaya&#8211; kinerja –imbalan yang jelas dipersepsikan oleh individu tersebut. Karena sedikit individu  yang mempersepsikan suautu korelasi  yang tinggi antara kinerja dan imbalan/kompensasi  dalam pekerjaan mereka, maka teori ini cenderung bersifat idealistis.dan sebagai suatu model kemungkinan (<em>contigency model)</em> teori harapan menyatakan bahwa tidak ada azas yang universal  untuk menjelaskan motivasi  dari setiap orang hanya karena kita memahami ebutuhan apakah  yang dicari seseorang  untuk dipenuhi tidaklah memastikan bahwa individu  itu sendiri  yang mempersepsikan kinerja tinggi sebagai penghantar ke pemenuhan kebutuhan itu.</p>
<p>Stephen P Robbinss (1997:187) menjelaskan bahwa kekuatan untuk melakukan suatu tindakan tergantung pada kekuatan sebuah pengharapan dimana tindakan tersebut akan diikuti dengan pemberian  <em>outcome </em>dan ketertarikan <em>outcome </em>tersebut kepada individu yang akan melakukan tindakan.</p>
<p>Dalam teori pengharapan ini terdapat tiga variabel, yaitu :</p>
<ol>
<li><em>attractiveness : the      importance that the individual places on the potential outcome or reward      that can be achieved on the job,this considers the unstisfied needs of the      individual.</em></li>
<li><em>performance-reward linkage      : the degree to which the individual believes that performing at a particularlevel      will lead to the attainment of a desired outcome.</em></li>
<li><em>effort-performance linkage      : the probability perceived bye the individual that exerting a given      amount of effort will lead to performance.</em></li>
</ol>
<p>Model pengharapan  yang sederhana ini dapat dilihat dalam gambar berikut :</p>
<p align="center">( Sumber : Stephen P Robbins, 1997:188, <em>Simplified Expectancy Model)</em></p>
<p>Dalam gambar diatas dijelaskan bahwa kekuatan dari motivasi seseorang untuk melakukan suatua usaha (<em>effort) </em>tergantung dari seberapa besar kepercayaannya bahwa orang akan dapat  atau mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha. Jika individu percaya bahwa  usaha tersebut dapat dicapai (<em>performance)</em>, apakah hasil dari <em>performance </em>itu diberikan suatu reward . dan bila reward tersebut diberikan oleh organisasi, maka timbul pertanyaan, apakah <em>reward </em>yang diterima oleh organisasi  dapat memberikan kepuasan terhadap individu tersebut. Dan  jika terpenuhi  maka tujuan individu akan tercapai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/486/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=486&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perilaku organisasi</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-10/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-10/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 03:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[perilaku organisasi (organizatonal behavior)]]></category>
		<category><![CDATA[abraham maslow&#039;s hierarcy of need individual]]></category>
		<category><![CDATA[content theory]]></category>
		<category><![CDATA[herzberg&#039;s two factor theory]]></category>
		<category><![CDATA[mcclelland&#039;s theory of needs]]></category>
		<category><![CDATA[process theory]]></category>
		<category><![CDATA[teori motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Syllabus VI Teori Motivasi dan Konsep Konsep Dasar Motivasi (bag I) lilisulastri lagut Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penting dalam suatu perusahaan, organisasi atau lembaga untuk menjalankan segala kegiatan. Agar proses kegiatan ini berjalan sesuai dengan keinginan perusahaan, maka dibutuhkan pegawai pegawai yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi. Stephen P Robbin (1996:198) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=480&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syllabus VI</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Teori </strong><strong>Motivasi dan Konsep Konsep Dasar Motivasi (bag I)<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>lilisulastri lagut</em><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penting dalam suatu perusahaan, organisasi atau lembaga untuk menjalankan segala kegiatan. Agar proses kegiatan ini berjalan sesuai dengan keinginan perusahaan, maka dibutuhkan pegawai pegawai yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi.</p>
<p>Stephen P Robbin (1996:198) mendefinisikan <strong>motivasi </strong>: <em>kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi ke arah tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi sesuatu kebutuhan individual”</em>.</p>
<p>Definisi tersebut memiliki tiga unsur kunci, yaitu <em>upaya/effort, tujuan organisasi/organizational goals, </em>dan <em> kebutuhan/need. </em>Unsur <em>effort</em>, merupakan ukuran intensitas, bila seseorang termotivasi, maka ia akan mencoba sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang dinginkannya. Upaya yang tinggi dan pekerjaan disalurkan pada arah yang  benar dan bermanfaat    akan membawa pada hasil kierja yang tinggi dan menguntungkan bagi perusahaan.dengan mempertimbangkan kualitas dan upaya(<em>effort)</em> maupun intensitasnya, dan konsisten dengan arah dan tujuan organisasi (<em>organizational goals)</em> maka motivasi menjadi sangat penting posisinya sebagai sebuah proses pemenuhan kebutuhan<a href="#_ftn1">[1]</a>.<em></em></p>
<p>Sedangkan kebutuhan <strong>(<em>needs)</em></strong> adalah<em> suatu keadaan internal yang menyebabkan  hasil hasil tertentu tampak menarik. Suatu kebutuhan yang tak terpuaskan akan menciptakan tegangan tegangan yang merangsang dorongan didalam diri tiap individu</em>. Dorongan ini menimbulkan suatu prilaku pencarian untuk menemukan tujuan tujuan tertentu yang jika tercapai kebutuhan tersebut, maka akan terjadi pengurangan tegangan.</p>
<p>Pegawai yang termotivasi berada dalam kondisi tegang,untuk mengendurkan tegangan ini,mereka mengeluarkan upaya. Makin besar tegangan, makin tinggi tingkat upaya itu.jika upaya ini berhasil menghantar  pada pemenuhan kebutuhan tersebut, maka tegangan akan dikurangi. Karena proses motivasi ini kepentingannya dengan prilaku kerja, maka pengurangan tegangan harus diarahkan  pada tujuan tujuan organisasi dan motivasi menjadi persyaratan  bahwa kebutuhan individu  itu sesuai (<em>compatible)</em> dan konsisten dengan tujuan organisasi.</p>
<p>Motivasi seorang pegawai untuk bekerja biasanya didasarkan pada kebutuhan  yang berbeda. Sesuai dengan tingkat pendidikan dan kondisi ekonominya. Orang yang semakin terdidik dan semakin independen secara ekonomi, maka sumber motivasinya akan berbeda. Tidak hanya didasarkan pada <em>formal authority and financial incentives</em> , ada faktor lain seperti kebutuhan untuk berkembang (<em>growth and achievment)</em>.</p>
<p>Motivasi juga dipengaruhi oleh faktor faktor lain:</p>
<ul>
<li>faktor individual, terdiri dari kebutuhan kebutuhan (<em>needs),</em> tujuan tujuan (<em>goals), </em>sikap (<em>attitude), </em>dan kemampuan (<em>ability)</em></li>
<li>faktor organisasional<em>, </em> sementara  faktor organisasional  meliputi: pembayaran gaji (<em>pay),</em> kemananan pekerjaan (<em>job security)</em>, hubungan sesama pekerja (<em>co-workers),</em>pengawasan (<em>supervision),</em>pujian (<em>praise)</em> dan pekerjaan itu sendiri (<em>job it self)</em></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Beberapa teori motivasi </strong></p>
<p>Terdapat sejumlah teori yang membahas tentang motivasi pegawai dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Teori teori tersebut dapat dikelompokkan dalam dua kategori utama, yaitu:<strong> 1).  <em>content </em>2). <em>Process</em></strong></p>
<p><strong><em>content theory :<br />
</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Teori <em>content</em> meliputi : teori teori kebutuhan, antara lain teori kebutuhan Maslow (<em>Maslow’s Hierarchy of needs theory),Herzberg’s TwoFactors theory, McClelland’s need Achievement theory, </em>dan <em>ERG theory </em>oleh Alderfer</strong>.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>Maslow’s Hierarchy of Needs Theory</em></strong></p>
<p>Teori motivasi yang paling di kenal baik adalah <strong>hierarki kebutuhan Abraham Maslow</strong>. bahwa kebutuhan manusia terdiri atas lima bagian  yang tersusun dalam satu hierarki.</p>
<ol>
<li><strong><em>fa’ali (fisiologis </em>atau <em>physicological needs)</em></strong>: antara lain      rasa lapar,haus, perlindungan (pakaian, perumahan),seks dan kebutuhan      fisik lain. Dalam  perusahaan atau      organisasi, kebutuhan kebutuhan dalam tingkat ini berupa uang, liburan,      program pensiun,masa istirahat,lingkungan kerja yang nyaman dan aman,.</li>
<li>kebutuhan keamanan dan keselamatan (<em>s<strong>afety and securiy needs</strong>)</em>,kebutuhan akan kebebasan dari      ancaman,baik ancaman lingkungan dan ancaman lain. Dalam perusahaan atau      organisasi,  kebutuhan ini dapat      berupa keamanan bekerja,senioritas, kondisi kerja yang aman dan nyaman,      tunjangan tambahan, asuransi, program program pemberhentian kerja, uang      pesangon</li>
<li>kebutuhan rasa memiliki (<em><strong>social      needs</strong>)</em>. Kebtuhan akan cinta, kasih sayang, rasa dimiliki,<em>sense of belonging</em>, diterima baik      oleh setiap komunitas, dan <em>friendship</em>.dalam      organisasi , kebutuhan ini  dapat      berupa kelompok kerja, team baik secara formal atau informal</li>
<li>kebutuhan akan harga diri (<strong><em>esteem      needs)</em>.</strong> Kebutuhan akan penghargaan diri dan penghargaan dari orang      lain, harga diri, otonomi,dan prestasi merupakan faktor internal,      sementara seperti pengakuan status, dan perhatian merupakan faktor      eksternal. Dalam organisasi, kebutuhan ini berupa reputasi diri,      pengakuan, gelar, simbol status, tanggung jawab, promosi, dan apresiasi.</li>
<li>kebutuhan aktualisasi diri (<em><strong>self       actualization needs</strong>)</em>. Kebutuhan untuk mewujudakn/mengaktualisasikan      diri  dengan memaksimalkan      penggunaan kemampuan,keahlian, dan potensi sehingga kepuasan diri      terpenuhi.</li>
</ol>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi, maka kebutuhan sebelumnya atau kebutuhan yang lebih rendah harus sudah terpenuhi atau terpuaskan. Karena apabila kebutuhan yang lebih rendah atau sebelumnya sudah terpenuhi, maka kebutuhan tersebut tidak menjadi penting lagi. Maslow juga menyatakan bahwa individu yang berada pada tingkat pemenuhan kebutuhan  kedua yaitu <em>safety </em>dan <em>security</em>, maka sebagian besar kemungkinan termotivasi olebh uang. T<strong>eori maslow</strong> juga menjelaskan bahwa prilaku manusia  didorong oleh stimuli internal dan eksternal tertentu. <strong>Ada tiga variabel utama</strong> dalam menjelaskan prilaku pegawai:</p>
<ol>
<li><strong><em>employee needs</em></strong>, bahwa sejumlah      pegawai mempunyai sejumlah kebutuhan yang hendak dipenuhi, berkisar pada:      1) <em>existense (biological and      safety). </em> b) <em>relatedness (affection,companionship      and influence), </em>dan c) <em>growth      (achievment and self actualization)</em></li>
<li><em><strong>organizational      incentives</strong>,</em> bahwa organisasi  mempunyai      sejumlah <em>rewards</em> untuk memenuhi      kebutuhan kebutuhan pegawai. Reward ini mencakup: 1)<em>substantive rewrads (pay, job security, and physical working      conditions), 2) interactive rewards (co-worker ,supervision, praises, and      recognition ) 3). Intrinsic rewards (accomplishment, challenge, and      responsibility) </em></li>
<li><em><strong>perceptual outcome</strong> : </em>bahwa      pegawai biasnaya mempunyai sejumlah persepsi mengenai : a) nilai dari      reward organisasi. b) hubungan antara performansi dengan reward dan c)      kemungkinan yang bisa dihasilkan mellaui usaha usaha mereka dalam      performansi kerjanya.</li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>Herzberg’s Two factor Theory</em></strong></p>
<p><strong>Teori ini mengungkapkan bahwa kebutuhan manusia terbagi menjadi dua kebutuhan,  yakni sebagai <em>hygiene factors </em>dan <em>motivators</em>. </strong><strong><em>Hygiene factors</em> disebut sebagai <em>maintenance factors </em> atau <em>dissatisfier.</em> Sedangkan  <em>motivators</em> disebut sebagai <em>satisfier.</em></strong></p>
<p>Dari penelitian yang telah dilakukan oleh Herzberg ditemukan bahwa ada dua rangkaian kondisi. Pertama, kondisi ekstrinsik yaitu suatu kondisi yang menghasilkan ketidakpuasan jika kondisi ekstrinsik itu tidak ada. Kondisi ekstrinsik ini merupakan faktor yang membuat orang merasa <em>dissatisfied </em>atau tidak puas. Atau dengan kata lain  disebut juga dengan <em>hygiene factors.</em></p>
<p>Herzberg mengungkapkan  bahwa <em>hygiene factors</em> diperlukan untuk mempertahankan suatu keadaan  “ karena tidak adanya ketidakpuasan”kedua, kondisi instrinsik yang dapat dikatakan  sebagai isi pekerjaan (<em>job content)</em>,keberadaan kondisi ini dalam suatu pekerjaan akan menggerakkan tingkat motivasi kerja yang kuat sehingga menghasilkan kinerja yang baik, tetapi sebaliknya  jika kondisi ini tidak ada dalam suatu pekerjaan, maka tidak akan menimbulkan rasa ketidakpuasan yag berlebihan, kondisi intrinsik ini dapat disebut sebagai <em>motivator</em> atau pemuas. <strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>McClelland’s Theory of Needs</em></strong></p>
<p><strong>Teory ini berfokus pada tiga jenis kebutuhan:</strong></p>
<ol>
<li><em><strong>need for      achievement</strong>; the drive to excel,to achieve in relation to a set of      standards,to strive to succeed</em>.pada tingkatan, individu mempunyai keinginan      untuk berbuat sesuatu lebih baik atau lebih efisien dari perbuatan atau      tindakan sebelumnya.</li>
<li><strong><em>need for power</em></strong>;  <em>the need to make other behave in a way      that they would not have behaved otherwise.</em> Kebutuhan ini adalah suatu      keinginan untuk mempunyai pengaruh dan mempunyai kontrol terhadap orang      lain serta lebih condong memperhatikan prestise daripada efektivitas      kinerja</li>
<li><em> <strong>need for afiliation </strong></em><strong>;</strong> <em>the desire for friendly and      close iterpersonal  relationship.</em> Pada tingkat kebutuhan yang ketiga ini, individu mempunyai dorongan akan      persahabatan dan lebih senang akan situasi yang kooperative dari pada      situasi yang kompetitif</li>
</ol>
<p><strong><em>Alderfer’s 3-Level Hierarchy</em></strong></p>
<p>Clayton P.Alderfer menyokong teori Maslow yang menyatakan bahwa kebutuhan manusia disusun berdasarkan hierarki. <strong><em>Alderfer’s 3-Level Hierarchy</em> dapat juga disebut sebagai teori <em>ERG</em> dimana teori ini menyatakan  bahwa kebutuhan manusia terdiri dari tiga tingkatan yang tersusun dalam suatu hirarki</strong>:</p>
<ol>
<li>tingkatan pertama,<strong> <em>Eksistensi</em> <em>(E)</em></strong>, yaitu kebutuhan yang      dipuaskan oleh faktor faktor seperti makanan, air, udara, upah, kondisi      kerja</li>
<li>tingkatan kedua, <em><strong>Relatedness      (R)</strong>, </em>atau ketertarikan. Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang dipuaskan      oleh hubungan sosial dan hubungan antar pribadi yang bermanfaat</li>
<li>tingkatan ketiga,<strong> <em>Growth (G)</em></strong>,      atau pertumbuhan. Yaitu suatu kebutuhan dimana individu merasa puas dengan      membuat suatu kontribusi  yang      kreatif dan produktif</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/480/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=480&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perilaku organisasi</title>
		<link>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-9/</link>
		<comments>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-9/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 03:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilisulastri</dc:creator>
				<category><![CDATA[perilaku organisasi (organizatonal behavior)]]></category>
		<category><![CDATA[model perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku individu]]></category>
		<category><![CDATA[persepsi]]></category>
		<category><![CDATA[proses pengambilan keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[teori pengambilan keputusan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilisulastri.wordpress.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Syllabus V PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Lilisulastri lagut Persepsi : adalah suatu proses dimana individu  mengorganisasikan dan menafsirkan kesan kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungannya ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi : pelaku persepsi : perceiver, karakteristik pribadi seseorang yang dipengaruhi oleh sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu dan ekpektansi atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=477&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Syllabus V</em></p>
<p align="center"><strong>PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN</strong></p>
<p align="center"><em>Lilisulastri lagut</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Persepsi </strong>:<em> adalah suatu proses dimana individu  mengorganisasikan dan menafsirkan kesan kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungannya</em></p>
<p>ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi :</p>
<ol>
<li>pelaku persepsi : <em>perceiver, karakteristik pribadi seseorang yang dipengaruhi oleh sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu dan ekpektansi atau pengharapan</em></li>
<li>target <em></em></li>
<li>situasi <em></em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<p><strong> Teori tentang persepsi :</strong></p>
<p>persepsi yang diberikan terhadap orang akan berbeda dengan persepsi  terhadap objek mati, terdapat beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli berkaitan dengan cara membuat penilaian mengenai orang lain atau persepsi orang  adalah <strong>teori atribusi </strong>: <em>teori yang mengarahkan bagaimana kita      mengamati perilaku individu dan mencoba menentukan apakah masalah tersebut      ditimbulkan secara internal atau eksternal.</em></p>
<p>Ada tiga faktor  yang dapat menentukan masalah tersebut, yaitu:</p>
<ul>
<li>kekhususan, yakni       apakah setiap individu memperlihatkan perilaku  yang berbeda dalam situasi yang berbeda       pula</li>
<li>konsensus, bila       seseorang dihadapkan pada situasi yang sama dan menjawab dengan cara yang       sama</li>
<li>kesinambungan,       bila seseorang pada setiap waktu melakukan tindakan dengan cara yang sama</li>
</ul>
<p><strong>beberapa cara yang digunakan untuk menilai orang lain :</strong></p>
<ol>
<li><em>persepsi selektif</em> : persepsi yang kecenderungannya hanya memperlihatkan aspek  aspek tertentu  dari seseorang yang mendasarkan  pada kepentingan, latar belakang, pengalaman dan sikap.</li>
<li><em>efek hallo</em> :  menarik suatu kesan umum mengenai suatu individu berdasarkan satu karakteristik tunggal</li>
<li><em>proyeksi </em>: menghubungkan karakteristik karakteristik nya sendiri kepada orang lain</li>
<li><em>efek kontras </em>: evaluasi  dari karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh pembandingan pembandingan dengan orang lain yang baru saja dijumpai yang berperingkat lebih tinggi atau lebih rendah  pada`karakteristik yang sama</li>
<li><em>stereotyping</em> : menilai seseorang atas dasar persepsi seorang terhadap kelompok seseorang itu, atau menyamaratakan karakteristik seorang  dengan anggota kelompoknya</li>
</ol>
<p><strong>hubungan antara persepsi dan pengambilan keputusan </strong></p>
<p><strong>keputusan </strong>adalah : <em> pembuatan pilihan diantara dua alternatif atau lebih</em></p>
<p>proses pengambilan keputusan terjadi sebagai suatu reaksi terhadap suatu masalah /<em>problem.</em></p>
<p><strong>Problem </strong>adalah : <em>suatu penyimpangan antara sesuatu keadaan  dewasa ini dan keadaan yang diinginkan.</em></p>
<p>Terkait dengan  bagaimana seharusnya seorang individu mengambil keputusan dalam rangka memecahkan masalah sehingga mencapai hasil maksimal, terdapat satu model pengambilan keputusan, yaitu:</p>
<p>1. <strong>Model optimasi : </strong><em>suatu model pengambilan keputusan yang menguraikan bagaimana individu individu seharusnya berperilaku agar mencapai hasil maksimal.</em><strong></strong></p>
<p>Terdapat beberapa langkah model optimasi :</p>
<ol>
<li>pastikan kebutuhan akan suatu keputusan</li>
<li>kenali kriteria keputusan</li>
<li>alokasikan bobot kepada kriteria itu</li>
<li>kembangkan alternatif alternatif</li>
<li>evaluasi alternatif</li>
<li>pilihlah alternatif yang terbaik</li>
</ol>
<p>2. <strong>Model satisficing : </strong><em>suatu model pengambilan keputusan dimana pengambil keputusan memilih pemecahan pertama yang dianggap  cukup baik yaitu memuaskan/satisfactory, dan cukup/sufficient</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>3. <strong>model keunggulan implisit : </strong><em>suatu model pengambilan keputusan dimana secara dini dalam proses keputusan itu pengambil keputusan secara implisit memilih suatu alternatif yang lebih disukai dalam proses keputusan dan penalaran terhadap pilihan yang lainnya</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>4.</em><strong> model intuitif :</strong><em> suatu proses pengambilan keputusan tak sadar yang diciptakan dari dalam pengalaman yang terasing</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Pengambilan keputusan yang etis </strong></p>
<p>Pengambilan keputusan yang etis  merupakan suatu kriteria yang penting dalam pengambilan keputusan organisasional.</p>
<p><strong>Terdapat tiga kriteria keputusan etis</strong>, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>kriteria manfaat (<em>utilitarianisme)</em></strong>, yakni keputusan diambil sedemikian  rupa sehingga memberikan kebaikan dan      manfaat terbesar bagi jumlah terbesar</li>
<li><strong>kriteria berfokus pada hak</strong>, kriteria ini      mempersilahkan individu individu untuk mengambil keputusan  yang konsisten dengan kebebasan dan      keistimewaan mendasar  seperti      dikemukakan dalam piagam piagam dokumen hak asasi</li>
<li><strong>kriteria berfokus pada keadilan</strong>, kriteria ini      mensyaratkan individu  individu      untuk mengenakan dan memperkuat aturan aturan secara adil dan tidak berat      sebelah sehingga ada pembagian manfaat dan biaya yang pantas.</li>
</ol>
<p><strong>Pengambilan keputusan yang etis juga dipengaruhi oleh beberapa faktor</strong>, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>tahap perkembangan moral</strong> :  suatu tahap penilaian (<em>assesment)</em> dari kapasitas      seseorang  untuk menimbang nimbang      apakah secara moral benar.</li>
<li><strong>lingkungan organisasi</strong> : merujuk pada      persepsi  karyawan mengenai      pengharapan (<em>ekspektasi)</em> organisasional, apakah organisasi itu mendorong dan mendukung perilaku      etis dengan memberi ganjaran atau menghalangi  perilaku tak etis dengan memberikan      hukuman atau sangsi.</li>
<li><strong>tempat kedudukan kendali</strong> : tempat kedudukan      kendali tidak lepas dari  struktur      organisasi , pada umumnya  individu      individu yang memiliki moral  kuat      akan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengambil keputusan yang tak      etis. namun jika mereka dikendalai  oleh lingkungan organisasi sebagai tempat kedudukannya yang sedikit banyak tidak menyukai pengambilan keputusan etis, ada kemungkinan individu yang telah mempunyai moral kuatpun dapat tercemari oleh suatu lingkungan  organisasi sebagai  tempat kedudukannya  yang mengijinkan atau mendorong praktik praktik pengambilan keputusan tak etis.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilisulastri.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilisulastri.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilisulastri.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilisulastri.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lilisulastri.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lilisulastri.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lilisulastri.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lilisulastri.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilisulastri.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilisulastri.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilisulastri.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilisulastri.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilisulastri.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilisulastri.wordpress.com/477/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilisulastri.wordpress.com&amp;blog=5169795&amp;post=477&amp;subd=lilisulastri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilisulastri.wordpress.com/2009/05/24/perilaku-organisasi-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23f15486cdb1c8c99647d662f081cf8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lilisulastri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
